SAMBAS | duta.co  – IKA PMII Sambas adakan Halal Bihalal dalam rangka mengisi kegiatan pertama setelah lebaran dengan tujuan agar silaturahmi antar anggota maupun kepada kader-kader PMII Sambas tetap terjalin dengan erat. Kegiatan ini dilaksanakan di Key’s Cafe Danau Sebedang. Minggu (15/05/2022).

Hadir juga dalam kegiatan halal bihalal ini yakni ketua muslimat NU Sambas dan Komandan Banser dari Bengkayang.

Acara halal bihalal ini dipandu langsung oleh sekretaris umum IKA PMII yakni Dr. Serli M.Ag. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua IKA PMII yakni Sahabat Mursidin, M.Ag yang sekaligus memantik awal kepada para sahabat sehingga kemudian dibuka sesi berikutnya yakni diskusi.

Sahabat Mursidin mengatakan yang dimaksud rahmatan lil alamin dalam organisasi itu adalah kader yang mencirikan tiga karakter organisatoris yakni pertama mewakafkan diri, melakukan gerakan, dan mengevaluasi.

“Tiga karakter organisatoris yang mengimplementasikan dari kata rahmatan lil alamin adalah mereka yang mewakapkan dirinya untuk organisasi, kemudian aktif dalam melakukan gerakan-gerakan serta cepat dan tanggap dalam mengevaluasinya,” tutur Mursidin, M.Ag dalam Sambutannya.

Sahabat Serli juga menambahkan bahwa pentingnya modal sosial dan strategi keunggulan bersaing dalam sebuah organisasi yang pertama integrasi internal dan adaptasi eksternal.

“Dalam sebuah organisasi modal sosial dan strategi unggul bersaing menjadi sangat penting. Ada dua strategi yang harus dimiliki oleh organisasi agar dapat unggul dalam bersaing, yakni integrasi internal dan adaptasi eksternal,” ucap Dr. Serli.

Dr. Alkadri juga menyampaikan dalam sesi diskusi bahwa ada sisi-sisi yang penting dalam organisasi sehingga organisasi dapat berjalan secara sehat yakni saling memaafkan, akselerasi gerakan, dan gerakan elegan.

“Dalam organisasi ada tiga hal yang harus dikedepankan sehingga organisasi dapat berjalan dengan sehat, diantaranya yakni saling memaafkan, membuat akselerasi gerakan, dan menciptakan gerakan yang elegan,” tutur Dr. Alkadri selaku pembina IKA PMII Sambas.

Lanjutnya ia menyampaikan bahwa “kompetensi sosial dan membangun komunikasi yang efektif juga merupakan modal utama dalam sebuah organisasi,” tutur Sahabat Alkadri.

Sahabat Herion, ME menambahkan bahwa organisasi yang baik harus memiliki sosok panutan, sehingga masalah apapun yang hadir pasti dapat terselesaikan.

“Saya dulu dikader PMII di Sintang, ada sosok kiyai panutan kami disana yakni kiyai Ghozali, jadi masalah apapun yang kami temui maka pasti akan selesai bila dihadapkan dengan kiyai Ghozali.

Sebab kiyai Ghozali merupakam tempat bersandarnya para kader PMII disana,” tutur Herion, ME. Lanjutnya ia menyampaikan “Masalah dalam organisasi pasti ditemukan, tugas kita adalah menginventarisir masalah kemudian secepatnya untuk mencari solusinya. Kemudian ciptakan gerakan-gerakan baru dan bermaslahat,” ucap Herion, ME yang saat ini menjabat sebagai Mabincab PC PMII Sambas.

Sahabat Imam juga menambahkan saat ini perkembangan organisasi PMII di Sambas masih cukup baik, sekarang ada sekitar 20 an kader baru yang telah selesai mapaba.

“Perekrutan anggota baru untuk tahun ini ada sekitar 20 an anggota baru yang telah selesai mapaba,” tutur Imam.

Sahabat Anwar Santoso juga mengingatkan bahwa di Sambas gerakan-gerakan ke NU an sangat aktif namun saat ini ada beberapa banom yang harus di gerakan kembali agar dapat bangkit dan aktif kembali.

“Dulu saya ke Sambas ada beberapa organisasi dari banom NU yang telah dibentuk namun saat ini tidak aktif lagi dalam membuat gerakan,” tutur sahabat Anwar.

Menanggapi berbagai masukan dan pendapat dari beberapa sahabat tersebut, Mursidin, M.Ag selaku ketua IKA PMII menutup diskusi ini dengan tegas ia mengatakan bahwa seluruh upaya gerakan yang dilakukan haruslah senantiasa bersinergi kepada gerakan NU.

“Dalam melakukan berbagai gerakan maka yang terpenting adalah melakukan gerakan bersama ke NU an dan membuat gerakan NU baru di Sambas,” tutur Mursidin, M.Ag dalam menutup diskusinya. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry