SURABAYA | duta.co – Bukan cuma gambar (logo) yang baru, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menyuguhkan mars dan hymne anyar. Dalam Rakernasnya yang berakhir Kamis (18/3) kemarin di Hotel Bidakara, Jakarta, PKS berhasil membuat sejumlah orang terbelalak. Termasuk pengamat politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio.

Menurut Hendri, inilah Rakernas Rakyat Indonesia. “Kalau ada kesempatan warga Indonesia datang di Hotel Bidakara menyaksikan Rakernas PKS, maka, terasa ini bukan Rakernas PKS, ini Rakernas Rakyat Indonesia. Di panggung ini, yang terlihat pertama kali, adalah kalimat INDONESIA,” demikian Hendri.

Hendri menyampaikan kekagumannya saat hadir di event discussion bertajuk “Wajah Baru PKS, Efektifkah? Rabu (17/3/2021). Ia mengungkapkan bahwa acara puncak Rakernas yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan Sejahtera, ini benar-benar terasa seperti Rakernas rakyat.

Selain itu, Hendri Satrio juga mengungkapkan tentang perubahan logo PKS dan tantangannya dalam konstelasi politik ke depan. “Dengan perubahan logo ini, menurut saya harus dibarengi dengan kehadiran tokoh yang kuat, mampu memanfaatkan momentum yang ada,” urainya.

Apalagi, jelasnya, tadi sudah punya hymne yang bagus, kehangatan yang luar biasa, Rakernas yang sangat Indonesia. “Ini harus terus digaungkan agar momentumnya terus ada,” tambahnya.

Hendri Satrio

Pada puncak acara juga disampaikan sikap PKS dalam konstelasi politik ke depan. Adalah Wakil Ketua Majelis Syura, Mohamad Sohibul Iman yang menjelaskan makna dari lambang, mars dan hymne partai yang mengalami perubahan.

“Selain hasil Rakernas pada hari ini, diresmikan juga hal-hal yang baru dalam organisasi kita, yang pertama adalah lambang partai, yang jelas perubahannya ke arah yang lebih muda dan bergairah dalam bekerja,” ungkap Sohibul.

“Yang kedua kita meresmikan mars dan hymne PKS yang baru, yang semakin mengokohkan jati diri PKS sebagai partai Islam sekaligus juga partai yang hidup dan berjuang di bumi Indonesia untuk kepentingan Indonesia, dan juga berkontribusi bagi peradaban dunia,” jelasnya.

Sohibul Iman juga menjelaskan, perubahan lambang, mars dan hymne partai bertujuan agar dalam lima tahun ke depan dapat bekerja lebih baik dan mendapat simpati masyarakat yang lebih luas. “Mudah-mudahan dari perubahan ini, PKS bisa bekerja lebih baik lagi dalam lima tahun mendatang, dan in sya Allah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat luas,,”pungkasnya.

Sohibul Iman juga membedah soal Kepemimpinan Nasional. “Ini satu transisi berkepanjangan, seharusnya kita sudah menyelesaikan dalam waktu 10 tahun, tapi kita sudah 20 tahun lebih masih dalam transisi itu,” ungkapnya.

Presiden PKS periode 2015-2020 itu juga menjelaskan tentang kepemimpinan nasonal pada pemilu 2024 mendatang. “Kalau kita berbicara 2024 berbicara tentang peluang dan tantangan, peluangnya makin banyak tokoh-tokoh muda yang siap menjadi pemimpin nasional, terutama dari kalangan kepala daerah, di sisi lain memang tantanganya jauh lebih berat,” tambahnya.

Keterangan foto wartaterkini.news

Terkait sikap oposisi yang saat ini diambil PKS Sohibul Iman menegaskan bahwa sikap yang diambil saat ini secara sadar berada di luar pemerintahan sejak periode pertama. “Sikap atau posisi PKS yang ditempuh sejak periode pertama di pemerintahan ini, dengan kesadaran diri, bukan karena ketidaksengajaan misalkan tidak dapat kursi dan sebagainya,” tegas Sohibul.

“Mengapa PKS dengan sadar diri mengambil sikap itu, karena ada hal yang substantif yang ingin kita implementasikan, kita ingin meghidupkan demokrasi yang substantif itu, demokrasi tidak mungkin ada, tanpa ada check dan balance,” pungkasnya.

Sejumlah warganet ikut berkomentar soal perubahan PKS, dari soal logo, mars dan hymne. Intinya publik berharap banyak terhadap PKS. Karena ialah satu-satunya partai oposisi yang kelihatan saat ini. Selain itu, publik menilai oposisi yang dilakukan PKS sangat santun dan menyejukkan.

“Rakyat sedang menyaksikan kinerja politik PKS. Harus sadar, PKS dalam ‘bidikan’ publik. Jika partai ini terus konsisten dengan sikapnya mengayomi rakyat, maka, tahun 2024 kepercayaan publik akan jatuh kepadanya. Setidaknya sampai hari ini, PKS sukses menjadi oposisi berkelas,” tegas H Abdul Kholiq, mantan anggota F-PDIP DPRD Jombang dan mantan Ketua GP Ansor setempat. (nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry