Dr. Teguh Herlambang, M.Si – Dosen Fakultas Teknik

TEKNOLOGI Wahana Tanpa Awak (WTA) atau yang sering dikenal dengan nama pesawat tak berawak yang dikendalikan melalui suatu pusat kendali baik menggunakan komputer atau remote control.

Selain dapat dikendalikan, WTA dapat di-setting sehingga dapat terbang sendiri dengan tujuan dan target tertentu (Auto Pilot) yang dilengkapi dengan kamera foto dan video, Global Positioning Systems (GPS),  serta komponen lainnya yang saling terkoneksi dengan pusat kendalinya.

WTA digunakan untuk melihat secara lebih jelas tampakan suatu objek dari udara melalui foto dan video yang dapat disertai dengan Geotagging dan koordinat sehingga tingkat keakuratannya sangat tinggi.

Kebutuhan akan WTA merupakan kebutuhan mutlak untuk menunjang Pertahanan dan Keamanan Nasional. Keunggulan WTA telah dimanfaatkan oleh beberapa negara dalam pertempuran, baik itu digunakan sebelum, pada saat maupun sesudah pertempuran.

Selain itu WTA juga banyak dimanfaatkan untuk pengamanan perbatasan, pengamanan pantai, pulau terluar dan sebagainya. Selain untuk menunjang pertahanan dan keamanan, PUNA telah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan sipil, misalnya untuk mapping pesisir pantai, bencana alam, pencurian kayu, pemadam kebakaran, eksplorasi minyak di lepas pantai dan lain-lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemanfaatan WTA tidak lagi hanya didominasi untuk kepentingan komersil, pertahanan maupun sekedar hobby meng-capture moment-moment tertentu dari udara.

Tetapi, mulai dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti konservasi, pemetaan wilayah, pemantauan deforestasi, maupun tujuan lainnya yang berkaitan dengan tata kelola hutan dan lahan.

Untuk kepentingan konservasi, WTA mampu menyediakan data yang real and akurat terkait kondisi tutupan hutan dengan resolusi sangat tinggi yang dapat mambantu pekerjaan identifikasi spesies, pengukuran tingkat kerapatan tutupan hutan, dan karakteristik hutan.

Untuk kepentingan pemetaan dan pemantauan, WTA dapat menjangkau secara cepat lokasi-lokasi yang sangat ekstrim dan tidak ada akses darat sehingga memperlama proses pengambilan titik koordinat.

Serta, hasil foto dan video WTA dapat menjadi bukti kuat karena disertai dengan titik koordinat. Bahkan drone sendiri dapat digunakan untuk kepentingan photography, pembuatan film, periklanan maupun yang lainnya.

Kontrol pesawat tanpa awak ada dua variasi utama, variasi pertama yaitu dikontrol melalui pengendali jarak jauh dan variasi kedua adalah pesawat yang terbang secara mandiri berdasarkan program yang dimasukan kedalam pesawat sebelum terbang.

Berarti kontrol jarak jauh memiliki sebuah remote kontrol untuk mengarahkan serta menerbangkan pesawat itu. Sedangkan, secara mandiri teknisi sudah memberikan chip atau memori yang berisikan pemrogaman kepada pesawat itu agar bisa terbang sesuai dengan arahan teknisi.

Dalam ilmu Remote Sensing (Penginderaan Jauh), Drone menjadi alternatif yang paling mudah dan murah. Dalam penginderaan jauh, citra permukaan bumi dapat diambil melalui satelit yang kemudian dapat diunduh di berbagai situs yang dimiliki oleh NASA maupun google seperti citra landsat, google earth dan lain-lain.

Kemudian diambil melalui pemotretan manual dengan menaiki helikopter maupun pesawat yang terbang di ketinggian sedang dan yang terakhir diambil dengan wahana dengan ketinggian rendah seperti yang dilakukan oleh drone ini sendiri.

Drone sendiri mampu terbang dengan ketinggian dari 100 hingga 3000 meter di atas permukaan bumi.

Kenapa diperlukan WTA untuk pengambilan citra permukaan bumi sedangkan sudah ada aplikasi yang dapat dengan mudah diakses dan gratis seperti google earth dan landsat.

Saat ini citra satelit yang memiliki tingkat keakuratan paling tinggi yaitu citra quickbird dengan tingkat akurasi sebesar 3 meter, namun citra quickbird sendiri tidak dapat diakses secara gratis seperti citra landsat yang memiliki tingkat akurasi 15 meter.

Dengan adanya wahana tanpa awak ini, kita dapat mengetahui kondisi perbatasan-perbatasana NKRI baik darat, laut dan udara. Wahana tanpa awak dapat juga diintegrasikan dengan wahana tanpa awak di udara (pesawat tanpa awak), di laut (kapal selam tanpa awak), di darat (mobile robot).

Integrasi wahana tanpa awak ini sangat mendukung sekali TNI dalam menjaga keamanan dan territorial NKRI. Semoga dengan adanya pengembangan dan penerapan Wahana tanpa awak ini dapat berkontribusi banyak untuk menjaga perbatasan NKRI. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.