PROYEK : Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Proyek gorong-gorong kini berjalan di wilayah Kota Kediri berimbas keluhan dari sejumlah masyarakat. Mulai dari air meluber, material berserakan di jalan umum hingga kualitas garapan proyek yang diragukan kualitasnya. Menyikapi hal ini, Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/10) menyampaikan bahwa saat ini terdapat 22 titik dilakukan proyek gorong-gorong.

Keluhan masyarakat atas proyek gorong-gorong juga mendapat perhatian khusus dari Korps Adhyaksa Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Tim gabungan dipimpin Kasi Intel Yudi Istiono, melakukan pemeriksaan langsung atas pengerjaan proyek. “Kami ingin penggarapan ini transparan dan harus terpasang papan berisi keterangan atas data proyek yang sedang dikerjakan,” terangnya.

Kebebasan informasi publik dan pengawasan langsung dari masyarakat justru diharapkan sebagai bentuk partisipasi menyukseskan pembangunan. “Mari kita awasi bersama, termasuk keluhan dari masyarakat telah kita tindak lanjuti,” jelasnya, usai melakukan sidak di proyek gorong-gorong di Jl. Kapten Tendean Kelurahan Pakunden, menelan biaya mencapai 1,1 M.

Dibenarkan Apip Permana, bahwa saat ini pemerintah kota sedang melaksanakan proyek gorong-gorong dengan panjang total 9891,8 meter. “Kami tidak memiliki data detailnya, namun titik seperti Jl. Slamet Riyadi, Jl. Kapten Tendean dan di Jl. Ronggowarsito berada di wilayah Kelurahan Pocanan, termasuk 22 titik,” jelasnya.

Adapun terkait besaran anggaran bersumberkan uang rakyat dari APBD Kota Kediri, berdasarkan data dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR menelan Rp. 17 M. “Proyek berjalan sejak bulan kemarin, terakhir selesai 18 Desember. Untuk kedalamannya dibuat 1 meter dan lebarnya 80 centimeter lebih lebar dan dalam dari sebelumnya karena untuk mengantisipasi banjir jika musim hujan,” imbuhnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry