Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak

SURABAYA | duta.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin hak-hak pendidikan para lulusan SMA/SMK sederajat di Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengimbau siswa atau orang tua siswa untuk tidak takut mengambil ijazah di sekolah serta menegaskan bahwa urusan sumbangan atau tunggakan komite sekolah tidak boleh menghambat penyerahan ijazah.

Hal tersebut disampaikan Emil Dardak merespons adanya laporan masyarakat melalui media sosial mengenai ijazah yang belum diambil oleh lulusan. Emil mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan melakukan klarifikasi atau tabayyun baik kepada pihak cabang dinas pendidikan maupun warga yang menyampaikan aduan via pesan langsung atau direct message di akun media sosial miliknya.

“Tahun Ajaran sebelumnya bahkan kita memberikan apresiasi kepada cabang dinas yang sudah 100 persen ijazahnya terdistribusi kepada lulusan. Cuma ternyata ada yang menyampaikan pengaduan ke saya, saya minta DM. Diberitahukan di sekolah ini, Pak,” ujar Emil Dardak.

Namun, ketika mengonfirmasi ke pihak cabang dinas, Emil mendapat penjelasan bahwa pada dasarnya tidak ada pungutan biaya sama sekali untuk pengambilan ijazah.

“Lho, kan kebijakan ini terus kita tanya juga kepada cabang dinasnya. Cabang dinasnya bilang enggak ada Pak, sama sekali enggak ada biaya, ijazah bisa diambil,” jelasnya.

Setelah ditelusuri lebih dalam, Emil menemukan fakta bahwa sebagian besar persoalan dipicu oleh rasa sungkan dan kekhawatiran dari pihak orang tua atau lulusan itu sendiri. Mereka merasa cemas ditagih tunggakan janji sumbangan kepada komite sekolah saat mendatangi sekolah.

“Hasil tabayyun, saya lihat di sini bahwa memang kelihatannya ada juga yang sungkan datang ke sekolah. Mungkin ada janji sama komite sekolah, dia takut ditagih, jadi takut ngambil ijazah. Jadi enggak diambil-ambil karena merasa ‘kalau saya masih punya tanggungan janji ke komite, nanti saya enggak bisa ngambil ijazah’,” beber Emil.

Secara tegas, Emil menyampaikan bahwa Pemprov Jatim tidak menganggap komitmen atau sumbangan komite sebagai suatu kewajiban yang bersifat mengikat dan membebani hak dasar siswa.

“Judulnya sukarela. Kita di dalam sistem Pemprov Jawa Timur tidak mengenal komitment itu sebagai sesuatu yang wajib. Jadi dia enggak menyelesaikan (tunggakan), enggak ada hubungannya. Anak tetap boleh ikut ujian, ijazah tetap kita kasih. Enggak boleh ada urusan komite kemudian mengganggu hak anak untuk ikut ujian, belajar, hingga nanti lulus dan memperoleh ijazah,” tegas Wagub Jatim tersebut.

Emil juga mengisahkan momen saat dirinya membantu mengambilkan ijazah seorang warga dan menyerahkannya secara langsung. Keluarga siswa tersebut bahkan sempat mengira harus mencicil biaya kepada pemerintah.

“Begitu saya sampaikan ijazah saya ambil, nanti saya kasihkan, langsung ‘Waduh Pak, saya bagaimana? Saya harus nyicil berapa ke Bapak?’ Lho enggak ada biaya, saya bilang gitu. ‘Pak, tapi jangan dimarahi ya sekolahnya,’ nah feeling saya dia ngomong jangan dimarahi ya mungkin karena dia merasa belum memenuhi janjinya,” kenang Emil.

Menanggapi masih banyaknya ijazah yang belum diambil oleh pemiliknya—bahkan mencapai sekitar seperempat dari total lulusan di beberapa sekolah—Pemprov Jatim berencana merubah mekanisme agar pihak sekolah lebih proaktif mendistribusikan ijazah.

“Sistemnya kita rubah sebenarnya. Jadi justru sekolah yang akan memastikan anak itu dapat. Kalau enggak diambil, ya dikasih. Ini yang kemudian menjadi amanah dari Bu Gubernur, jadi enggak ada penahanan ijazah,” ucap Emil.
Untuk mempermudah penanganan dan pelaporan, Pemprov Jatim juga berencana membuka kanal aduan (hotline) khusus masyarakat.

“Maka dari itu kita harus ada hotline nanti, untuk siapapun yang ijazahnya belum diambil tinggal kontak ke situ. Tujuannya adalah untuk membenahi sistem,” tambahnya.

Emil pun meminta masyarakat yang mengalami kendala serupa untuk tidak ragu melaporkan permasalahannya, serta menjamin privasi dan keamanan pelapor.

“Saya orangnya enggak serampangan. Saya akan jaga supaya yang bersangkutan tidak mengalami kerugian. Silakan menyampaikan, nanti tim saya dengan hati-hati akan cari tahu dan kita akan selesaikan,” pungkas Emil. (Rid)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry