Keterangan foto detik.com

GARUT | duta.co – Mengapa Banser GP Ansor belakangan sering mendapat cemoohan atau bahkan stigma buruk? Ini pertanyaan yang harus segera dijawab. Belum rampung urusan hukum celaan Banser Idiot, kini beredar kertas ujian pelajaran Bahasa Indonesia untuk pelajar SMP di Garut yang mencantumkan soal ‘Bubarkan Banser’.

Soal ini jadi kontroversi lantaran dianggap mendiskreditkan Banser. Kertas ujian berisi soal ‘Bubarkan Banser’ tersebut tersebar di aplikasi perpesanan WhatsApp sejak Rabu (10/4) siang. Seperti diberitakan detikcom, soal yang mencantumkan ‘Bubarkan Banser’ itu merupakan soal nomor 9 pilihan ganda.

Ada dua teks pernyataan yang diajukan untuk ditarik kesimpulan oleh para pelajar peserta ujian.

“Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia,” begitu kalimat yang tertera pada kolom pernyataan teks 1 soal tersebut.

Sementara itu, teks 2 berbunyi: “Pasca adanya pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat saat peringatan hari santri oleh 3 anggota Banser, mulai terdengar permintaan agar organisasi yang dipimpin Gus Yaqut itu dibubarkan. Alasannya, karena keberadaannya tidak berguna dan cenderung arogan,” katanya.

Dalam soal itu memuat pilihan jawaban A,B,C dan D. Masing-masing terdapat dua jawaban untuk teks 1 dan teks 2. Jawabannya seperti ini;

A.
Teks 1
Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.

Teks 2
Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan enserung arogan.

B.
Teks 1
Anggota Banser NU telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam.

Teks 2
Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.

C.
Teks 1
Tatang Mustafa Kamal adalah tokoh ulama Garut.

Teks 2
Gus Yaqut merupakan pimpinan Banser NU.

D.
Teks 1
Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.

Teks 2
Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.

Wakil Sekretaris 1 Bidang Organisasi PCNU Garut Hilman Umar Basori mengatakan, berdasarkan kunci jawaban soal tersebut, jawaban yang benar merujuk pada pilihan ganda poin A.

“Jawabannya A. Ini kan jadi seolah-olah menggiring opini pelajar bahwa Banser itu tidak diinginkan dan harus dibubarkan,” ujar Hilman kepada wartawan di Kantor LP Ma’arif, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (10/4).

Pihak Dinas Pendidikan Garut sendiri telah meminta maaf atas adanya soal tersebut. Disdik akan menarik ribuan soal yang telah dikerjakan para pelajar di 134 SMP di Garut yang melaksanakan ujian sekolah berbasis kertas dan pensil itu.

“Kami akan menarik kembali seluruh berkas naskah yang sudah dikirim ke sekolah dan kami akan susulan USBN ulang,” ujar Kadisdik Garut Totong kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019). (dtc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.