Fahri Hamzah
JAKARTA | duta.co – Waspadalah! Kebohongan yang diulang-ulang pasti nanti seolah-olah dianggap menjadi kebenaran. Namun masalahnya, masyarakat, khususnya mayoritas generasi milenial Indonesia, sudah cerdas dan tidak mudah dibohongi dalam masalah politik sehingga mereka pasti tahu bila seorang capres sedang berbohong.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, capres petahana Jokowi sedang menebar janji lagi yang berpotensi berbohong sebab janji itu tidak ditepati. Ini berbahaya, kata Mardani, sebab selama ini dia telah berkeliling sejumlah tempat dan bertemu dengan kalangan milenial umumnya mereka tidak mau dibohingi alias benci jika ada pihak yang mengingkari janji.
“Di berbagai tempat bertemu dengan milenial, mayoritas mereka tidak mau dibohongi, benci ingkar janji, tidak suka dikibuli,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (4/3/2019).
Atas alasan itu juga, milenial kini tidak percaya lagi dengan calon presiden petahana yang baru-baru ini mengeluarkan program kerja Kartu Pra Kerja. Kartu ini memungkinkan kepada para pencari kerja atau pengangguran untuk mendapat uang tunjangan dari Pemerintah.
“Kemudian saya tanya: Ada yang berjanji bayar gaji pemuda menggangur? Mereka jawab, bayar BPJS saja sulit, bayar utang sulit, negara lagi rugi dan lain lain,” pungkasnya.
Presiden Jokowi berencana akan memberikan kartu pra kerja kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Nantinya, pemegang kartu akan mendapat tunjangan dari negara.
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga melihatnya sebagai omong kosong yang kembali dilakukan oleh Jokowi. “Dari mana dia (Jokowi) mau dapat duit? ASN (aparatur sipil negara) dia janjikan tidak ada, honorer tidak diangkat, subsidi kita dicabut, BPJS kita bangkrut. Sudahlah omong kosong itu,” jelasnya kepada wartawan di Resto Al Jazzeerah, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta, Minggu (3/3/2019).
Menurut Fahri, rencana Jokowi itu sangat aneh karena di lain sisi banyak tunggakan yang belum dibayar pemerintah. Yang paling dipahaminya ialah soal bantuan korban bencana alam di Lombok dan Palu.
“Ya itulah yang aneh. Karena yang dia (Jokowi) belum bayar saja masih banyak. Saya mengirimkan tim ke daerah-daerah bencana, dia tidak bayar itu. Dia tahan, dia pakai sistem kelompok atau apa intinya dia tidak mau keluarin uang. Orang itu tinggal di tenda, orang itu pada bocor, kasih duitnya lah,” papar Fahri. (rmol/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.