Jalan tol tidak gratis. Terserah rakyat mau memakai atau tidak.
SEMARANG | duta.co – Lagi-lagi pejabat negara kampanye untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Kali ini Walikota Semarang yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, masyarakat yang tidak mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi – Ma’ruf Amin tidak boleh menggunakan jalan tol yang dibangun di era Jokowi. Padahal, sebagian jalan tol dibangun menggunakan uang rakyat. Begitu pula pejabat dan pegawai negeri sipil juga digaji dari uang rakyat.
“Ini sudah keblinger semua, rakyat yang bayar pajak diabaikan. Lebih dari itu, jalan tol itu kan membayar, tidak gratis. Pengelola jalan tol itu seperti jualan saja, pengguna jalan membayar jasa yang diberikan pengelola tol. Yang tidak punya mobil dan tidak punya uang, ya lewat jalan biasa, ini kok keblinger lagi, setelah sebelumnya soal gaji PNS,” kata Salahuddin, pengusaha asal Semarang, Sabtu malam.
Sebelumnya Hendrar di Semarang Town Square, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Februari 2019, mengatakan, siapa pun yang tidak mendukung Jokowi dilarang memakai jalan tol. “Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol,” katanya.
Pernyataan Hendrar itu disampaikan saat menggelar gladi resik silaturahmi Jokowi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah. Sebelum Jokowi tiba, Hendrar yang merupakan Wali Kota Semarang naik ke panggung. Ia menyapa para pengusaha yang hadir kemudian bertanya. “Di sini ada yang pernah lewat tol?”
Hendrar bertanya kepada mereka berapa lama waktu perjalanan dari Semarang ke Jakarta. Beberapa pengusaha mengatakan lama perjalanan 5 jam. Selanjutnya, Hendrar menanyakan jarak tempuh Semarang – Surabaya jika melalui jalan tol. “Tiga jam,” ujar para pengusaha.
Hendrar menuturkan jalan tol merupakan hasil kerja keras Jokowi selama empat tahun memimpin. Sebab itu, Hendrar meminta masyarakat yang tidak mendukung Jokowi tidak perlu menggunakan jalan tol.
Menurut Hendrar, suara yang dibutuhkan Jokowi untuk menang adalah jutaan suara. Sedangkan yang hadir di acara silaturahmi pengusaha muda Jawa Tengah hanya sekitar 1.500-2.000 orang. Ia berpesan kepada para pengusaha yang hadir untuk memastikan keluarga mereka memilih Jokowi dalam pemilihan presiden. “Di barisan organisasi yang punya pekerja-pekerja, arahkan pilih 01 Pak Joko Widodo. Kalau punya pacar pilih 01. Kalau enggak mau, ganti pacar yang lain,” ujarnya. (tmp/ara)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.