Nina Soekarwo yang juga ketua Dekranasda Jatim akan membuka pameran Gelar Kriya di Atrium Grand City Surabaya, bulan depan. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co –Dekranasda Jawa Timur akan menggelar pameran pada pertengahan Maret 2018 mendatang.

Acara yang bertajuk Gelar Kriya Dekranasda 2018 ini adalah pertama kali dilakukan untuk memberikan wadah bagi para perajin ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Sekretaris Dekranasda Jawa Timur, Aris Mukiyono mengatakan, pameran yang digelar di atrium utama Grand City Mall Surabaya itu akan diikuti 85 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Semua peserta itu adalah perajin ekonomi kreatif di luar produk makanan dan minuman.

“Ini sebenarnya untuk memperingati 38 tahun Dekranasda Jatim. Kami isi dengan pameran agar perajin kriya ini bisa tampil memperkenalkan produk hasil karya mereka. Dan menariknya Pak Gubernur Soekarwo dan Ibu Nina Soekarwo yang nantinya akan membuka pameran ini,” ujar Aris.

Dikatakan Aris, seluruh peserta tidak dipungut biaya apapun. Karena memang perajin dan penggiat kriya itu adalah anggota Dekranasda di daerah dan juga binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ini sebenarnya melatih perajin untuk bisa memasarkan produknya. Karena kalau hanya memproduksi tanpa bisa memasarkan ya percuma. Karenanya kita wadahi supaya mereka bisa memperkenalkan produk lewat pameran secara gratis,” tuturnya.

Dikatakan Aris yang juga Kepala Biro Perekonomian Setdaprov ini, Jawa Timur saat ini memang sedang fokus membina para perajin kriya ini agar bisa terus berkarya.

Apalagi, perajin yang masuk dalam katagori usaha kecil menengah (UKM) ini memberikan kontribusi yang cukup bagus terhadap produk domestik bruto (PDB) Jatim 2017 lalu.

“Pak Gubernur sendiri menyarankan agar fokus memanuhi permintaan dalam negeri. Karena Indonesia ini adalah pasar yang sangat besar. Kalau memang bisa ekspor ya silahkan, tapi semata-mata jangan mengejar ekspor karena pasar dalam negeri sangat besar,” jelasnya.

Untuk pameran kali ini, Dekranasda mempercayakan Debindo Mitra Tama sebagai event organizer (EO)-nya. Dadan Kushendarman dari Debindo mengatakan, pameran selama empat hari mulai 15 hingga 18 Maret itu bisa menarik 25 pengunjung.

“Kita pertama kali menggelarnya di atrium. Pameran kriya ini di Surabaya mulai banyak karena Surabaya adalah pasar yang sangat potensial,” tandasnya. end

Tinggalkan Balasan