WISATA : Para pengemudi becak wisata yang mangkal di Makam Sunan Bonang Tuban. (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co – Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Dinas Perhubungan akan menerapkan sistem tiket sebagai alat pembayaran becak wisata Sunan Bonang. Dengan diberlakukannya sistem tiket, maka tidak perlu lagi adanya negesiasi pembayaran ongkos antara abang becak dan penumpang dari terminal wisata Kebonsari, Tuban menuju Makam Sunan Bonang

Rencana sistem tiketing sedang disosialisasikan kepada penarik becak yang beraktifitas di terminal kebonsari. Sosialisasi itu juga sekaligus penataan becak agar tidak menimbulkan masalah lalulintas.

“Kami sedang sosialisasikan, dan sedang melakukan penataan terhadap para abang becak,” ucap Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban Gunadi

Menurut Gunadi, Dinas Perhubungan saat ini sedang melakukan pendataan, desain tiket dan juga pembuatan rekening bagi abang becak. Karena bersamaan dengan sistem tiket yang akan diterapkan, dinas juga akan membuatkan tabungan bagi abang becak, agar mereka memiliki uang simpanan selain uang yang dibawa pulang sebagai penghasilan sehari-hari.

“Untuk sistem tiket masih menunggu pendataan, pembukaan rekening dan pencetakan tiket.  Prinsipnya saat ini dalam tataran sosialisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, sekertaris dinas menyampaikan, simulasi tata tertib dan aturan lalulintas bagi abang becak mulai dilaksanakan, diantatanya aturan penurunan penumpang harus dilakukan didalam terminal, tidak diluar terminal agar tidak menganggu pengguna jalan. Tukang becak dilarang melanggar traffic, serta tertib antri bagi abang becak agar tidak ada yang mendominasi.

“Alhamdulillah,  semua konsep penertiban dan pengaturan saat ini disambut  antusias dan prinsipnya mereka juga pingin baik,” imbuh Gunadi.

Sementara itu, ketua paguyuban becak, kebonsari, Nur Fahrudin, mengatakan, pihak paguyuban menyambut baik rencana pemerintah itu, apalagi ketentuan itu juga akan mempermudah pengguna becak wisata Sunan bonang.

“Itu untuk antisipasi biar tidak ada abang becak yg ngedrel mas, jadi bagus pake tiket itu,” katanya.

Disamping sistem tiket, nantinya setiap abang becak akan memiliki rekening bank yang akan digunakan untuk menyimpan uang tabungan dari setiap tiket yang diuangkan. Tarif becak sekali jalan akan dipotong Rp1.000 sebagai tabungan harian, dan sisanya akan menjadi pendapatan abang becak.

“Becak atas dan bawah sama aturanya. Saya sangat setuju, rencananya sebentar lagi dilaksanakan,” pungkasnya . (sad)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.