KUNJUNGAN : Wakil Bupati Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin SH, yang langsung melakukan kunjungan ke rumah kos Dimas,  (18/9/2019). (duta.co/yudi irawan)

SIDOARJO | duta.co – Keceriaan bermain di masa sekolah dasar nampaknya tidak terlalu lama dirasakan Dimas Satria Wijaya, yang kini hanya bisa tidur terbaring di ranjangnya. Dimas yang kini berusia 14 tahun, sejak lima tahum silam mesti pasrah dengan kondisi fisiknya yang lemah dan lumpuh.

Bagaimana tidak, untuk melakukan aktifitas sehari-sehari, dirinya mesti ditopang tenaga Suratih ibu tercintanya. Awal kelumpuhan Dimas menurut Suratih, bermula saat jatuh berebut kursi dengan temannya. Jatuhnya pun tidak hanya jatuh saja, namun kepala bagian kanannya terbentur, hingga terjadi penggumpalan darah.

“Saya tidak mengira jika Dimas jatuh itu akhirnya jadi seperti ini. Lima tahun silam saat jatuh dan mengeluh pusing, saya bawa ke RSAL untuk diobati. Sempat beberapa kali muntah, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo,” cerita Suratih.

Selama tujuh bulan di RSUD dr Soetomo tepatnya bulan Februari hingga September 2015, keadaan Dimas tidak kunjung membaik, bahkan bagian telapak tangannya mulai merasakan kaku hingga terus menjalan ke bagian kakinya.

“Diagnosa kedokteran menyimpulkan jika ada penggumpalan darah di otak dimas. Sehingga jika dipaksakan di operasi, maka akan berakibat fatal,” ulas Suratih lagi.

Kini setelah lima tahun berjalan, keadaan Dimas tetap tidak kunjung membaik. Dinas hanya bisa berbaring lemah dan berdiam di rumah kos yang hanya seluas 3 m x 4 m di Rt 29 RW 06 Kedungrejo Waru.

Derita Dimas yang mengalami lumpuh selama lima tahun ini, akhirnya terdengar Wakil Bupati Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin SH, yang langsung melakukan kunjungan ke rumah kos Dimas,  (18/9/2019).

Dalam kunjungannya, Wabup mendengar secara seksama seluruh cerita dari awal Dinas jatuh hingga Dimas mengalami kelumpuhan saat ini.

“Kita turut prihatin dengan kondisi Dimas Satria Wijaya ini. Kita akan melakukan kordinasi dengan rumah sakit daerah Sidoarjo, untuk melakukan diagnosa hingga apa yang bisa dilakukan untuk meringankan kondisi Dimas,” ujar Wabup Nur Ahmad Syaifuddin ditemui selepas berkunjung.

Wabup menegaskan, dirinya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, agar berusaha semaksimal mungkin memberikan bantuan pengobatan kepada Dimas.

Tindak lanjut medis seperti apa nantinya yang akan dilakukan, sepenuhnya menunggu tim medis dari RSUD Sidoarjo.

“Segera kita kordinasikan, semoga Dimas segera bisa diobati dan semoga bisa sembuh seperti sediakala,” tutur Wabup lagi. (yud)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry