Prosesi Launching oleh  Mochamad Imam Mualim selaku GM Finance & Management Service East Region, Desy Sari Dewi sebagai VP East Region, Hiasinta H. Paembonan selaku GM Sales Operation Bali Nusra dan Dodyk Supriyono sebagai GM Sales Operation East Java di Surabaya, Rabu (29/3). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Di era teknologi canggih, pelanggan operator selular mulai mengarah ke data. Secara otomatis, pendapatan dari penjualan data, harusnya jauh lebih tinggi dibanding layanan lainnya. Namun kenyataannya, tidak bagi PT XL Axiata Tbk, operator selular XL. Justru pendapatan Si Biru itu 40 persen berasal dari kontribusi suara atau voice.

Desy Sari Dewi sebagai VP East Region mengakui hal itu di sela launching Rp 1,- telepon per detik ke semua operator di Surabaya, Rabu (29/3). “Walau saat ini pelanggan data bisa digunakan untuk voice, namun voice itu sendiri bagi XL masih sangat besar kontribusinya. Terutama di daerah-daerah seperti Pulau Madura. Pelanggan di sana masih memiliki habit menelepon secara konvensional tidak pakai telepon data,” ujarnya.

Karena itulah, XL sendiri di daerah-daerah yang memberikan kontribusi voice cukup besar memberikan promo khusus Rp 1,- per detik ke semua operator. Program ini, kata Desy memang khusus bagi pelanggan baru dengan membeli kartu perdana baru. “Mengapa bukan pelanggan lama, kalau kami gunakan promo ini untuk pelanggan eksisting, jelas revenue kami akan menurun. Makanya kami khususkan bagi pelanggan baru,” tukasnya.

Dengan cara ini, Desy mengakui jika target XL adalah menambah jumlah pelanggan baru. Sehingga hingga akhir tahun ini, pelanggan XL di east region bisa mencapai 20 juta dari 15 juta pelanggan saat ini. “Kalau pelanggan itu menggunakan data, jelas mereka bukan pelanggan loyal karena biasanya mereka beli data setelah itu kartunya dibuang. Namun pelanggan voice jelas itu adalah pelanggan setia karena mereka tidak akan pernah ganti-ganti kartu karena kartu teleponnya adalah bagian dari identitas dia,” jelasnya.

Karena itu, untuk menggenjot jumlah pelanggan itu, XL east region menyediakan 500 ribu kartu perdana baru setiap minggunya. “Untuk tahap awal, kita sudah keluarkan 1 juta perdana baru selama sebulan ini,” tuturnya.

Bukti bahwa program ini bisa meningkatkan jumlah pelanggan yakni dengan bertambahnya jumlah pelanggan di Pulau Madura sebesar satu persen dari sebelumnya. (end)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry