SURABAYA | duta.co – Yusuf Hidayat, alumni PP Tebuireng Jombang ini, mengaku risih dengan akun TikTok atas nama Yusnidah, yang dengan entengnya menyebut kader-kader NU seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Saefullah Yusuf (Gus Ipul), KH Fachrur Rozi (Gus Fahrur), Gus Yaqut juga Gus Muhdlor putra KH Agus Ali Masyhuri Sidoarjo disebut sebagai maling, tidak tahu halal haram.

“Ini sudah kelewatan. Dan kami sudah pernah lapor ke POLRESTABES SURABAYA, dengan nomor laporan STTLPM/1394/IX/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA, tetapi tidak ada tindaklanjut. Saya tidak mengerti, apakah kita disuruh gerak sendiri?” tegas Gus Yusuf, panggilan akrabnya kepada duta.co, Selasa (23/9/2025).

Keterangan foto viva.co.id

Atas nama Barisan Gus dan Santri (Baguss), jelasnya, ia telah  melaporkan pelaku ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) pada Selasa (2/9/2025) sore. Sebagai Sekjen Baguss saat itu ia didampingi sejumlah santri dan Bu Nyai.

Saat itu, tegas alumni FISIP Undar ini, akun milik Yusnidah Nursalam, yang dilaporkan. Terang-terangan dia menyebut sejumlah kiai NU dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Bukti laporan STTLPM/1394/IX/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA, dan yang disangkakan melanggar Undang undang ITE. “Saya melihat sendiri akun milik terlapor 1 September 2025,” tegasnya.

Saat di rumah, terangnya, ia melihat adanya media sosial dengan pemilik akun seorang ibu paruh baya yang diketahui warga Mojokerto sesuai profil di Facebook dan Tik Tok. “Karena narasinya berisi ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, sehingga kami memutuskan melaporkan ke Polrestabes Surabaya,” kenangnya.

Dalam Islam, tegasnya, kelakuan itu tidak dibenarkan, pun dalam hukum positif. “Ini berbahaya, karena itu polisi harus melakukan penanganan hukum secara cepat. Kalau tidak, kita khawatir masyarakat umum akan terprovokasi dengan kalimatnya. Apalagi kalau benar Facebook dia telah dikomentari sebanyak 1,9 ribu dan like atau suka 7 ribu netizen. Ini berbahaya,” jelasnya sambil berharap polisi memperhatikan laporan tersebut.

Jika tidak? Ia khawatir ada orang yang terprovokasi. “Apa polisi menunggu seperti itu?” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry