SURABAYA | duta.co – Betul-betul kasihan! Melihat video pendek ini. Konon rombongan 4 bus jemaah umroh Indonesia yang ingin bablas terus berhaji justru menelan pil-pahit. Tampak dalam video itu, mereka meninggalkan sebuah Losmen di Makkah Almukarramah, tinggal barang-barangnya tampak bertantakan. Pintu kamarnya rusak didobrak petugas Arab Saudi.

“Ini korban mafia haji Indonesia tahun ini, 2024. Mereka ditinggal begitu saja setelah kamarnya didobrak Askar, pihak berwajib (polisi) Arab Saudi,” demikian catatan pengirim video berdurasi  01:53 menit itu terlihat duta.co, Kamis (6/6/24).

Masih dalam video itu, ada suara terdengar, bahwa, hal tersebut terjadi di Makkah di mana ratusan jemaah itu visanya umroh, lalu dipakai haji. “Pintunya didorong paksa petugas, semua barang-barangnya ditinggal begitu saja sama orangnya, ada pop mie. Ini hampir 4 bus di hotel dan keluar semua orangnya. Ini orang Indonesia Gus!,” jelasnya dengan nada lirih.

Kedua orang yang masuk kamar hotel itu, tak henti-hentinya beristighfar, bertasbih. “Ini KTP-nya orang Surabaya. Mungkin ada nomor teleponnya, nanti saya akan hubungi. Kasihan sekali dia. Hancur semua pintu-pintunya, didobrak petugas ini,” terangnya.

“Buat semua masyarakat Indonesia yang sekiranya visanya tidak boleh haji, jangan dipaksakan. Jangan dipaksakan. Kami dari Madura mewakili dari pulau oksigen, menghimbau jemaah semua, jangan sampai jadi korban,” demikian saran lelaki itu sambil menunjukkan KTP atas nama Ali Ghufron, Kelahiran Sampang 1998. Alamat Dukuh Bulak Banteng Jl Suropati 1/60 Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya.

Video ini memantik banyak komen warganet. “Itu biasanya visa umroh yang rumurnya (visa) 3 bulan, dipakai berhaji sekalian. Atau memang niat berhaji dengan harga spesial, Rp150 juta tetapi diberikan visa ziarah. Ada ratusan ribu orang, mereka ini sedang apes saja,” tulis yang lain.

Wartawan duta.co mencoba menghubungi jemaah bervisa ziarah yang sedang berada di Makkah Almukarramah. “In Sya Allah saya dan rombongan aman. Kebetulan di sini banyak yang pakai visa ziarah. Saya masuk pondok syech ternama. Yang terpenting bawa smart card sebuah kartu pintar yang dilengkapi dengan chip yang dapat menyimpan data dan informasi,” kata seorang jemaah visa ziarah asal Surabaya ini. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry