Video gabungan yang beredar luas.

SURABAYA | duta.co – Pidato ‘panas’ Jokowi dan Prabowo dijadikan satu, beredar di media sosial. Calon presiden nomor urut 01, itu mengaku mendapat banyak fitnah selama 4,5 tahun menjabat presiden. Jokowi mengatakan hanya bisa diam selama tudingan negatif itu ditujukan untuknya.

“Saya sebetulnya diam selama 4,5 tahun. Saya difitnah, saya diam. Dijelek-jelekan, saya diam. Direndahkan, saya diam. Dihujat, saya juga diam,” ujar Jokowi dalam pidatonya di acara Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019.

Jokowi menjelaskan akan melawan fitnah yang selama ini ditujukan kepadanya. Sontak, peserta deklarasi tersebut langsung menyambut itu. “Tetapi hari ini, di Jogja, saya sampaikan saya akan lawan!” ujar Jokowi diikuti sorak sorai peserta deklarasi. “Ingat! Sekali lagi, akan saya lawan..,” sambung Jokowi.

Di bawah video kemarahan Jokowi itu, disambung pidato Prabowo. Capres nomor urut 02 ini mengatakan, bahwa, dirinya tidak akan mau diajak perpecahan, tidak akan mau diajak konflik. “Saya dibesarkan sebagai seorang ksatria, lebih baik saya yang hancur dari pada rakyat yang menderita,” tegas Prabowo dalam video itu.

Prabowo di lain tempat juga mengatakan, sedari dulu dirinya selalu menjadi korban tuduhan radikalisme dan anti Pancasila. Lebih parah lagi, kata dia, selalu dituduh mendukung negara khilafah di Indonesia sampai dengan ISIS. Fitnah terhadap Prabowo sudah berlangsung sejak 21 tahun. Tetapi, ia berusaha sabar, meniru Baginda Nabi saw.

“Sudahlah, orang sudah mulai fitnah. Tapi yang saya anjurkan ke jajaran untuk tenang. Kita sejuk, jangan terpancing, jangan mudah dibikin marah, kita contoh panutan kita baginda nabi besar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,” kata Prabowo dalam acara deklarasi Relawan Rhoma Irama For Prabowo-Sandi, Depok, Jawa Barat tahun lalu.

Bagi Prabowo, sosok Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi dirinya. Mantan Danjen Kopassus itu pun menerapkan sifat nabi dalam menangani maraknya fitnah yang diarahkan kepadanya.

“Bahkan tidak hanya dihina, (Rasullulah) juga difitnah, bahkan diludahin. Mau dibunuh, dilempari kotoran tapi beliau sabar. Kita pun harus sabar, harus tenang, kita dihina kita balas dengan kebaikan dan kerja keras,” ungkap dia.

Kendati begitu, Prabowo meminta seluruh pihak untuk bertanding secara jujur tanpa kecurangan di pilpres kali ini. Ia juga meminta saling menghormati keputusan pilihan orang lain.

“Kita semua sedulur, keluarga. Sudahlah serahkan ke rakyat, biarkan rakyat yang memilih. Siapapun yang dipilih oleh rakyat kita akan hormat kita akan tunduk,” pungkasnya.

Pesan Santri: Ojo Nesu

Menarik, ada kejadian unik dan menarik, saat Presiden Jokowi mengunjungi Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu, 23 Maret 2019.

Saat itu Presiden meminta seorang santri untuk maju dan berdialog dengannya. Seorang santri tampak mengacung-acungkan sebuah papan berisi sebuah tulisan yang menarik perhatian Presiden.

Bisri Mustofa adalah santri yang dipilih Kepala Negara untuk berinteraksi dengannya. Lelaki asal Kendal ini pun maju sambil membawa papan yang ia acung-acungkan.

“Perkenalkan nama saya Bisri Mustofa, dipanggil Bisma,”  kata Bisri ketika diminta Presiden memperkenalkan namanya.

Selain ajakan bahagia, Bisri yang santai dan humoris itu membuat suasana pertemuan semakin hangat. Ia kemudian diminta untuk menjelaskan tulisan di sisi lain papan, yaitu “Ojo nesu”.

“Nesu itu sifat yang tidak baik. Ojo nesu (marah red.) berikan prinsip kabeh kuwi ojo nganggo emosi. Jadi semua sesuatu kalau pakai emosi akan tidak baik dan memberikan banyak mudharat buat orang lain,” ungkap Bisri. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.