BERADA : Kadispendikbud saat Berada di SDN Filial 8 Kerpang, Curah Tatal (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co-Menyikapi pemberitaan yang sempat viral di salah satu televisi swasta, lalu diungguh melalui berbagai media sosial tentang guru honorer yang tidak lagi mau mengajar karena tidak cukup honornya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DR. Fathor Rakhman, MPd didampingi Kabid PTK Siti Aisah, Kabid Dikdas, Sukarnadi, Ketua Komisi IV DPRD Situbondo Janur Sastra Ananda, Camat Arjasa Sudarto, Kepala Desa Curah Tatal Arfiatin, serta beberapa guru honorer dan sebagian perangkat Desa Curah Tatal meninjau langsung lokasi Sekolah Dasar Negeri, Filial Kerpang, SDN 8, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten, Sabtu (10/8/2019).

Setelah melalui medan jalan berbatu dan berdebu, akhirnya rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sampai ke Lokasi SDN 8 Curah Tatal.

“Untuk menyikapi SDN 8 Curah Tatal, kami berjanji akan memperbaiki proses belajar mengajar agar bisa normal kembali, termasuk honor guru akan dinaikkan.  Kami juga berencana membangunankan rumah dinas bagi guru honorer yang mengajar di SDN tersebut,” DR. Fathor Rakhman, MPd.

Lebih lanjut, DR. Fathor Rakhman mengatakan bahwa, pihaknya sangat prihatin setelah melihat secara langsung kondisi beberapa sarana dan guru yang ada di SDN Filial 8 Dusun Kerpang, Desa Curah Tatal. “Penyebab banyak faktor, yaitu medan atau jalan untuk sampai ke lokasi SDN 8 Filial Curahtatal sangat sulit. Selain jalannya berbatu dan berdebu serta banyak tanjakan tajam, juga  berliku,” jelasnya.

Faktor lain, kata Fathor, belum adanya pendelegasian tugas secara merata. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini akan ada pendelegasian tugas.

“Data yang ada di Dinas pendidikan, di SDN ini ada 9 guru tidak tetap dan ada 3 guru PNS dan 1 orang Kepala Sekolah PNS. Nanti kita buat tugas secara merata”, jelas Fathor.

Seharusnya, lanjut Fathor, guru PNS di SDN terpencil ini dapat membagi tugas, sehingga proses belajar mengajar tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya bersama Ketua Komisi IV, Camat Arjasa, Danramil Arjasa, serta beberapa Kabid Dinas Pendidikan akan berusaha secepatnya mengatasi sarana yang belum memadai di sekolah ini, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Situbondo Janur Sastra Ananda mengatakan, sekolah ini sudah sepatutnya dijadikan sekolah induk penuh bukan lagi filial.

“ Mengingat kelasnya sudah terisi dan sudah menghasikan kelulusan, maka SDN 8 Filial Curah Tatal ini sudah pantas menjadi sekolah induk. Oleh karena itu, kami meminta kepada Dinas Pendidikan secara umum atau global untuk mendata guru honorer yang mengajar di daerah terpencil karena kami akan mengusahakan insentif khusus bagi guru honorer tersebut”, ucap Janur. her

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry