SADIS: Potongan gambar video viral dari Trenggalek yang kasusnya ditangani Polres setempat. (ist)

TRENGGALEK | duta.co – Media sosial dihebohkan video kekerasan remaja kepada seorang pria tua bernama Sukiyat. Dalam video berdurasi 14 detik itu, remaja itu tampak beberapa kali menghajar Sukiyat dengan tongkat.

“Orang dalam video tersebut sudah teridentifikasi dan langsung ditindaklanjuti anggota dengan memanggil pihak keluarga bersangkutan,” ujar Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, Kamis (2/3).

Kasus ini sempat ditangani Mapolres Trenggalek. Donny menyebut pelaku dan korban dalam video itu ternyata berstatus bapak dan anak.

“Ada tiga remaja dalam rekaman video tersebut, yang memukul itu bernama Arif sementara dua lainnya bernama Crisye dan Febri, masing-masing adalah adik dan teman Arif namun tak terlibat pemukulan, hanya ikut pegang kayu,” paparnya.

Ternyata, lanjut Donny, Sukiyat mengalami gangguan jiwa. Sukiyat juga kerap berbuat ulah merusak atau bahkan mencuri barang-barang milik orang lain di sekitar rumahnya di lingkungan Cengkong, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek. Itulah yang membuat anaknya menghajar Sukiyat.

“Sukiyat sendiri sudah meninggal tiga bulan lalu, sekitar November 2016. Sementara peristiwa yang terekam itu terjadi sudah dua tahun lalu pada pertengahan 2015. Jadi video ini lama tapi baru muncul sekarang,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan catatan kepolisian, Sukiyat beberapa kali berurusan dengan polisi karena kedapatan mencuri tabung gas atau merusak properti milik orang lain. Namun karena diketahui memiliki catatan gangguan jiwa dan pernah dirawat di RSJ Lawang, kasusnya tidak pernah dilanjutkan ke tingkat penyidikan ataupun pengadilan.

Donny mengatakan, kasus pemukulan anak kepada bapak itu tidak bisa dilanjutkan ke ranah hukum lantaran pelaku pemukulan yang bernama Arif memiliki kecenderungan gangguan psikologis atau kejiwaan yang sama seperti bapaknya.

“Meskipun sifatnya temporary, kasus ini akan lebih diarahkan untuk dilakukan penanganan secara kejiwaan dengan melibatkan pemerintah daerah melalui jajaran dinas terkait,” ujarnya.

Musringah, istri almarhum Sukiyat, mengatakan, dari pernikahannya memiliki tujuh putra. Sang suami pernah dirawat di RSJ Lawang. “Bapak menderita gangguan jiwa sejak anak bungsu saya masih kecil. Tidak tahu kenapa dan tidak kunjung sembuh hingga meninggalnya,” ungkapnya.

Dia dan anak-anaknya, termasuk Arif dan Crisye yang turut serta, mengaku tidak tahu siapa yang merekam video itu. Termasuk siapa yang menyebarkannya. Sebab, kata dia, kejadian sudah berlangsung lama dan terpaksa dilakukan karena Sukiyat kerap membandel ketika ketahuan mencuri atau merusak barang milik warga.

“Bapak semasa hidupnya kerap dipukuli warga, mungkin karena gangguan jiwa yang dia alami sehingga kerap bertindak merusak atau mencuri, dan menjadi sasaran kekerasan. Bapak meninggal juga karena bekas luka bacokan di bagian kaki yang tak kunjung sembuh sehingga infeksi,” tandasnya. net

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.