Screenshot video anggota DPRD Kabupaten Tuban, RM Anshakhul Balaya MN viral di media sosial saat mengkroscek kualitas proyek jalan antar desa di Kecamatan Bangilan, Tuban. 

TUBAN | duta.co – Video anggota DPRD Kabupaten Tuban, RM Anshakhul Balaya MN viral di media sosial saat Politisi dari Partai Gerindra tersebut membongkar proyek jalan penghubung Desa Banjarworo – Kumpulrejo Kecamatan Bangilan yang diduga dikerjakan asal-asal.

Dalam video tersebut Gus A’ang sapaan akrab RM Anshakhul Balaya MN yang mendatangi lokasi proyek sedang mengaruk jalan penghubung dengan menggunakan tangan, nampak batu-batu proyek jalan penghubung itu muda terkelupas dan bahan tidak melekat dengan kuat.

Putra KH KPP Noer Nasroh Hadiningrat Pengasuh PP Wali Songo, Gomang, Singgahan itu mengatakan dirinya terjun kelapangan untuk melakukan pengecekan proyek jalan tersebut, bermula dari keluhan warga akan kualitas jalan penghubung yang ada di Dapilnya.

“Saya mendapatkan info keluhan warga terkait proyek jalan tersebut, setelah itu saya berinisiatif untuk langsung turun kelapangan untuk memastikan,” terang Gus A’ang.

Politisi kelahiran 18 Agustus 1994 ini juga menambahkan saat meninjau lokasi proyek para pekerja sudah tidak berada di lokasi sementara peralatan sudah dipindahkan berjarak 500 meter dari titik lokasi pengerjaan, pihaknya juga menemukan material proyek yang disinyalir tidak sesuai. Batu yang digunakan untuk penambalan jalan yang kemudian di aspal itu menggunakan batu kapur.

“Katanya proyek tersebut belum selesai, tapi yang jadi pertanyaan alat-alat sudah dipindahkan. Kami juga langsung menghubungi dinas terkait, agar proyek jalan dikerjakan tidak asal-asalan supaya tidak merugikan masyarakat,” ucapnya.

Menanggapi video viral dan laporan terkait proyek jalan penghubung desa tersebut, Kepala Dinas PUPR Tuban, Agung Supriyadi, langsung melakukan pengecekan kelokasi, diketahui hasil pengecekan itu diketahui kualitas dari material proyek untuk perbaikan jalan raya di Desa Kumpulrejo itu sangat tidak layak.

“Setelah ada laporan kami langsung kelapa gan, dan diketahui memang benar kualitas tidak layak,” ujar Kepala Dinas PUPR Tuban.

Dengan adanya temuan pengerjaan proyek perbaikan jalan yang tidak sesuai dengan standar itu, pihak PU langsung meminta untuk pengerjaan proyek di sepanjang jalan tersebut supaya dihentikan. PUPR Tuban juga meminta kepada kontraktornya supaya mengganti semua material yang tidak sesuai itu.

“Sudah kita perintahkan untuk dihentikan pengerjaannya, dan sementara tidak diteruskan mumpung proyeknya baru sedikit. Kami minta materialnya untuk diganti dulu. Karena materialnya memang tidak layak,” tegas Agung.

Pihaknya juga menambahkan yang sudah terlanjur supaya nanti diopnam PPKnya dan pengawasnya. Dan untuk para rekanan agar selalu bekerja sesuai dengan syarat dan teknis yang telah ditentukan dalam kontrak.

“Kami meminta kepada semua rekanan kontraktor agar jangan main-main dengan kuantitas dan kualitas pekerjaan supaya tidak timbul permasalahan di kemudian hari,” pungkasnya. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry