JAKARTA | duta.co – Mantan Kasum TNI, Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo,  mengunggah cuplikan video yang memperlihatkan bekas Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto sedang beradu mulut dengan Mantan Kepala Staf Komando Strategi Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zein. Publik sudah tahu kedua jenderal purnawirawan ini sudah lama berseteru khusus terkait peristiwa Mei 1998.
Dalam video berdurasi 27 detik itu, tampak keduanya mengenakan kemeja batik dan sedang berdiri berhadapan. Keduanya pun saling bicara tentang topik soal kejadian pada tahun 1998 silam.
Tidak jelas perkataan dari Wiranto di awal video, tetapi jelas terdengar Kivlan menjelaskan kepada Wiranto soal pernyataan dia antara dalang dan bertanggung jawab.
“Bertanggung jawab, bukan dalang. Tidak ada yang bilang abang dalang kerusuhan. Abang sebagai panglima bertanggung jawab bukan mendalangi,”  kata Kivlan menjelaskan kepada Wiranto dalam video tersebut.
Tampak Kivlan terlihat ngotot saat berbicara dengan Wiranto, sedangkan Wiranto terlihat santai.

Akhir video, Kivlan ditenangkan oleh koleganya yang diketahui adalah Eks Wakil KSAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri. Kiki merangkul Kivlan agar menjauh dari Wiranto dan suasana langsung kembali cair dengan ditutup tawa oleh semua orang yang ada video tersebut.

Tidak jelas kapan video itu direkam dan dalam rangka apa Wiranto bertemu dengan Kivlan. Tidak ada penjelasan dari J.S.Prabowo terkait video ini.

J.S. Prabowo hanya menulis kalau yakin benar harus disampaikan bagaimanapun caranya.
“Kebenaran itu tidak kenal pangkat dan jabatan, senior atau junior. Kalau yakin benar, harus disampaikan baik dengan cara ngotot maupun tertawa,” demikian J.S. Prabowo.

Kivlan Zen yang  mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebelumnya mengungkap dugaan keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto  dalam peristiwa 1998. Kivlan Zen membantah dirinya sengaja menyerang Wiranto menjelang pemilihan presiden 2019.

Menurut Kivlan, ia mengungkap dugaan keterlibatan Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998 karena diundang dalam sebuah acara diskusi bertajuk “Tokoh Bicara 98” di Add Premiere Ballroom, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

“Acara itu bukan saya yang buat. Saya hanya datang sebagai narasumber. Saya bicara apa adanya saja,” kata Kivlan.

Menurut Kivlan, keterlibatan Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998 bisa dilihat dari sejumlah hal, misalnya Wiranto yang saat itu Panglima ABRI melarang adanya pasukan dari luar daerah untuk dikirim ke Jakarta yang tengah dilanda kerusuhan.

Kivlan menambahkan, Wiranto juga yang menggerakkan mahasiswa menduduki Gedung MPR untuk melengserkan Soeharto.

Kivlan mengaku hanya menyampaikan fakta-fakta yang ada di acara diskusi itu dan sama sekali tidak mempunyai motif politik.

“Karena saya juga bukan pendukung atau tim sukses Prabowo, bukan juga pendukung Jokowi,” kata Kivlan.

Kivlan justru mempertanyakan motif Wiranto yang turut menantang Prabowo untuk sumpah pocong soal dalang kerusuhan 1998.

Padahal, calon presiden nomor urut 02 yang juga mantan Panglima Kostrad itu sama sekali tak pernah menyinggung Wiranto terlibat kerusuhan. (rmol/kcm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.