Tangkapan layar video sejumlah guru SMP Negeri I Karanggeneng berjoget sambil nyawer di lingkungan sekolah. (FT/Ardi)

LAMONGAN | duta.co – Video yang memperlihatkan sejumlah guru SMP Negeri 1 Karanggeneng berjoget dan melakukan aksi saweran di lingkungan sekolah viral di media sosial. Aksi tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di halaman sekolah dan disaksikan langsung oleh para siswa.

Video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik itu mendapat 1.518 likes, 355 komentar, serta telah dibagikan sebanyak 1.795 kali. Dalam video terlihat sejumlah orang berjoget dalam suasana kegiatan sekolah, disertai aksi memberikan uang atau saweran.

Kepala SMP Negeri 1 Karanggeneng, Suwito, membenarkan bahwa beberapa orang yang terlihat dalam video merupakan pengajar di sekolah tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan itu berlangsung di luar jam pelajaran dan merupakan bagian dari lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Memang apa adanya seperti video itu, Pak. Tapi itu di luar jam pelajaran dan dalam rangka kegiatan lomba memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan,” kata Suwito dalam video klarifikasinya yang dilihat duta.co, Kamis (20/8/2026).

Terkait aksi saweran, Suwito menyebut hal tersebut terjadi secara spontan dan hanya sebagai bentuk candaan di tengah suasana kegiatan. Menurutnya, uang yang digunakan untuk saweran kemudian dikembalikan kepada pemiliknya.

“Nyawer itu spontanitas. Jadi uangnya dikembalikan kepada yang punya. Karena saat itu teman-teman saking senangnya, jadi hanya spontanitas dan nggak nyawer sungguhan,” ujarnya.

Meski pihak sekolah menyebut kegiatan tersebut merupakan spontanitas dan dilakukan di luar jam pelajaran, beredarnya video itu tetap menjadi sorotan publik. Terlebih, aksi tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para siswa.

Publik berharap para pendidik tetap mengedepankan etika dan keteladanan dalam setiap aktivitas di lingkungan sekolah. Sebab, guru tidak hanya berperan memberikan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menjadi salah satu figur yang dicontoh oleh peserta didik.

Terlebih, ketika kegiatan di lingkungan sekolah direkam dan diunggah ke media sosial, aktivitas tersebut dapat disaksikan masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan beragam persepsi. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry