JAGA KONDUSIFITAS: Tampak Prabowo dan Jokowi dalam sebuah acara. (FT/rmol)

JAKARTA | duta.co – Meski harus menunggu hasil resmi KPU,  tetapi, lembaga survey sudah berani deklarasi versi quick count. Seperti versi Indikator pasangan Jokowi-Ma’ruf sementara memperoleh 55,89 persen. Sedangkan Paslon Prabowo-Sandi memperoleh 44,11 persen.

Adapun, jumlah suara masuk dalam hitung cepat ini sekitar 46,57 persen. Hingga saat ini, suara masuk masih terus bertambah. Tetapi, menurut mereka, angka yang sudah mendekati 50% ini sulit berubah.

Hal yang sama dikeluarkan hitung cepat atau quick count Litbang Kompas. Lembaga ini juga menampatkan paslon 01 Joko Widodo-Maruf Amin menang atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Data yang masuk 43 persen, Jokowi-Maruf 55.82 persen dan Prabowo-Sandi 44.18 persen.

Koordinator Hitung Cepat Litbang Kompas, Ignatius Kristanto mengatakan, pendanaan quick count bersifat mandiri, dengan sumber pendanaan seluruh kegiatan berasal dari anggaran kegiatan PT Kompas Media Nusantara.

Poltracking? Sama. Hitung cepat menurut lembaga survei Poltracking pasangan Joko Widodo-Maruf Amin untuk sementara unggul atas pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma’ruf sebesar 56,36 persen. Sedang kubu 02 mendapat 43,64 persen.

Jawa Timur, demikian angka lembaga survey, memberikan kontribusi tinggi kepada Jokowi-Ma’ruf. Jatim diperkirakan menyokong 60% lebih untuk pasangan nomor urut 01. Faktor NU dan Khofifah diyakini punya pengaruh besar.

Curiga Ada Permainan Angka

Sementara sumber duta.co menyebut angka-angka lembaga survey quick count ini, termasuk Kompas, belum bisa dipegang.

Mengapa? “Saya sejak pagi saya sudah tahu bahwa nanti angka selisihnya kisaran 9-10%. Padahal, belum ada perhitungan sama sekali, termasuk di ujung timur Indonesia,” tegas sumber duta.co.

Untuk itu, jelasnya, yang terpenting adalah mengamankan C1 di seluruh TPS. “Kalau kita gagal mengamankan C1, maka, angka quick count akan menjadi patokan. Butuh kerja keras,” tegasnya. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.