Keterangan foto suaraislam.co

“Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017, diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap tanggal 14 Pebruari, karena Hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam.”

OLEH : DEDI SUYABNTO S.SOS

PERAYAAN Hari Valentine atau Valentine’s Day selalu dilakukan setiap tanggal 14 Pebruari. Biasanya identik dengan coklat atau bunga yang diberikan kepada pasangannya sebagai wujud kasih sayang.

Dikutip dari History.com, salah satu legenda berpendapat, Valentine adalah seorang pendeta yang mengabdi pada abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan pria lajang yang menjadi tentara lebih baik dari pada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan bagi para pemuda.

Valentine yang menyadari ketidakadilan dari keputusan tersebut, menentang Claudius dan terus melakukan pernikahan untuk kekasih muda secara diam-diam.

Ketika tindakan Valentine diketahui, Claudius memerintahkan agar dia dihukum mati dengan dipenggal kepalanya.

Sementara itu, pendapat lain mengatakan, Santo Valentine yang berasal dari Terni, seorang Uskup yang menjadi awal mula perayaan Hari Valentine.

Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim ucapan “valentine” pertama untuk dirinya sendiri setelah dia jatuh cinta dengan seorang gadis muda.

Sebelum kematiannya,  dia menulis surat dengan tanda tangan ‘From your Valentine’, sebuah ekspresi yang masih digunakan sampai saat ini.

Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017, diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap tanggal 14 Pebruari, karena Hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam.

Sebagai acuan adalah salah satu Hadist Riwayat Abu Dawud yang mengatakan bahwa : “Dari Abdullah bin Umar berkata, bersabda Rasulullah SAW : Barangsiapa yang menyerupakan diri pada suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”.

Sementara itu dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran (3) : 64, Allah berfirman bahwa penting bagi umat muslim untuk mempertegas jati diri sebagai seorang Islam dengan perilaku sesuai tuntutan serta menolak menyerupai identitas agama lainnya.

Ini yang seringkali tanpa disadari justeru dilanggar pemuka agama bahkan sampai pejabat setingkat Menteri sekalipun dengan dipoles kata toleransi beragama.

Terlepas dari semua pertentangan itu, manajemen ghaib akan secara bijak menyikapinya dari sudut pandang dan intisari dari peringatan Hari Valentine itu sendiri yaitu hari berkasih sayang.

Dengan kondisi negara kita dan dunia yang masih diselimuti kabut tebal pandemi covid-19 yang semakin tidak jelas kapan akan berakhir, diitambah lagi bencana alam yang datang silih berganti, dimana multiplier effect-nya sudah sampai pada krisis multi dimensi.

Tentu, dibutuhkan rasa kebersamaan antaranak bangsa untuk saling berbagi kasih dan sayang demi terjaganya rasa kebersamaan, rasa kesetiakawanan dan toleransi serta tenggang-rasa tingkat tinggi untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam pangkuan ibu pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena hanya dengan kasih dan sayanglah kita bisa melewati semua ini dalam kebersamaan. Tidak saling berebut mengambil, tapi berebut untuk memberi dan mendahulukan kepentingan orang lain (orang banyak) dibandingkan kepentingan pribadi yang kadang didasari ambisi, irihati dan dengki.

Kasih dan sayang ini juga pernah digambarkan oleh 3 sahabat Nabi saat Perang Yarmuk, dimana di akhir pertempuran di Bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid Muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka menderita luka yang sangat parah, Al-Harist bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harist meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. “Berikan dulu kepada Ikrimah,” kata Al-Harist.

Ketika air minum didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. “Berikan dulu kepada Ayyasy,” ujarnya.

Ketika air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah meninggal. Orang yang memberikan minum segera kembali ke hadapan Al-Harist dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal pula. Subhanallah.

Inilah tauladan rasa kasih sayang, yang semestinya dipertontonkan oleh semua stakeholders di negeri ini, sehingga musibah dan bencana bisa segera berlalu. Bukan sekedar Happy Valentine’s Day, 14 Februari. Tetapi jadikan setiap hari kita sebagai hari kasih sayang. Waallahu’alam. (*)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry