Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman bersama Pjs Direktur Keuangan Bank Jatim, Rizyana Mirda saat Analyst Meeting, di Kantor Pusat Bank Jatim, Selasa (22/2/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jatim bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) di 2022 ini. Dengan cara ini maka optimis Bank Jatim bisa menyalurkan KUR dengan lebih maksimal.

Pjs Direktur Keuangan Bank Jatim, Rizyana Mirda mengatakan UUS Bank Jatim bisa menyalurkan KUR setelah ada aturannya. “Kita optimalkan untuk bisa menyalurkan KUR di tahun ini,” kata Rizyana saat Analyst Meeting Bank Jatim di kantor Pusat Bank Jatim, Selasa (22/2/2022).

Optimalisasi ini karena di 2022, Bank Jatim mengajukan KUR sebesar Rp 2 triliun. Sedangkan di 2021 itu masih ada sisa sebesar Rp 440 miliar dari Rp 1 triliun dana KUR yang disalurkan Bank Jatim.

“Di tahun lalu memang masih belum maksimal menyalurkannya karena kami dapatkan dana KUR itu di pertengahan tahun 2021. Sehingga mulai disalurkan hanya enam bulan padahal kami harus selektif agar tidak terjadi kredit macet,” tukasnya.

Dengan ikut sertanya UUS Bank Jatim menyalurkan dana KUR ini, nantinya penyaluran kredit bisa lebih berkembang. Jika selama ini fokus pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) maka akan dikembangkan lagi ke sektor-sektor lain. “Kalau UUS nantinya bisa mengembangkan diri ke pondok pesantren atau usaha–usaha syariah lainnya,” ukar Rizyana.

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman menambahkan Bank Jatim akan terus fokus untuk mengembangkan UMKM di Jatim. Karena UMKM di Jawa Timur sangat banyak dan harus terus dikembangkan, sesuai dengan anjuran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. “Ada banyak program kredit untuk UMKM di Jatim. Pokoknya kami siapkan,” tandasnya.

Selain itu, di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih belum usai, Bank Jatim di 2021 lalu mengalami pertumbuhan yang baik. “Tahun 2021 adalah tahun yang berat bagi industri perbankan, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia membuat sektor bisnis mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan,” jelasnya.

Namun Bank Jatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi bankjatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yag positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

ahun Buku 2021 yang menunjukkan performa luar biasa dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY). Jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerja Bank Jatim berada di atas pertumbuhan rata rata.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, aset Bank Jatim mencapai Rp 100 triliun lebih atau tepatnya tercatat sebesar Rp 100,72 triliun dan tumbuh 20,45 persen, sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp. 1,52 triliun atau tumbuh 2,29 persen (YoY).

Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan beberapa variabel seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim yang mencatatkan pertumbuhan 21,52% (YoY) yaitu sebesar Rp 83,20 triliun.

Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bankjatim meningkat.

Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 3,06% (YoY) atau sebesar Rp. 42,75 triliun. Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 11,07 persen (YoY) atau tercatat Rp 7,55 triliun.

Sedangkan kredit komersial tercatat sebesar Rp 10,46 triliun atau tumbuh 1,28 persen dan kredit di sektor konsumsi tercatat sebesar 24,74 triliun atau tumbuh 1,58 persen. Komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 17,26 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,11 perse, dan Return On Asset (ROA) 2,05 persen. ril/end

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry