Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih. DUTA/dok

SURABAYA | duta.co – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 akhirnya mengalami perubahan.

Hal ini karena panitia melihat kondisi pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum mengalami penurunan jumlah pasien. Apalagi, banyak daerah yang masih dalam status zona merah, oranye dan kuning.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Nizam mengatakan panitia sudah menentukan UTBK SBMPTN kali ini digelar dua gelombang.

Gelombang pertama akan dilakukan pada 5-14 Juli 2020. Di gelombang ini dikhususkan bagi peserta yang memang sudah berada di kota tempat tes digelar. Sementara bagi peserta yang tidak bisa meninggalkan kotanya karena kondisi tertentu maka bisa mengikuti tes pada gelombang kedua yakni 20-29 Juli 2020.

“Semua harus memenuhi ceklis yang sudah ditentukan. Jadi nanti kita tentukan semuanya,” ujar Prof Nizam dalam jumpa pers virtual, Rabu (24/6/2020).

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mohammad Nasih dalam kesempatan yang sama mengatakan UTBK kali ini panitia memang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta, panitia dan keluarga peserta saat pelaksaan tes tersebut.

“Semua kami antisipasi agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Kami tidak ingin timbul hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Prof Nasih yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair) ini.

UTBK kata Prof Nasih penting dilaksanakan, sebagai penentu bagi para rektor di perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menerima mahasiswanya di jalur SBMPTN. “Tetap kita laksanakan dengan berbagai ketentuan,” tukasnya.

Karenanya panitia melakukan  berbagai perubahan melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Salah satunya adalah merancang, hanya ada satu mata ujian yakni  ujian skolastik. Karena hanya satu ujian, maka waktu ujian hanya 105 menit.

Selain itu, dalam satu hari, panitia hanya menyiapkan dua sesi ujian. Yakni pukul 09.00 – 11.15 dan 14.00 – 16.15. “Lokasi tes bukan hanya di pusat UTBK yang ada di kota besar, tapi kami siapkan hingga ke kabupaten atau kota. Agar peserta tidak perlu harus datang ke kota tertentu untuk ikut UTBK,” jelas Prof Nasih.

Dari data LTMPT, hingga kini sudah ada 706.901 peserta yang sudah mendaftar dengan peserta KIP Kuliah sebanyak  145.802 peserta.

Jumlah 706.901 peserta masih 49,26 persen dari kapasitas tes di 74 pusat UTBK yang disediakan yang bisa menampung sebanyak 1.435.130 peserta. “Artinya masih banyak kapasitas di pusat UTBK yang kami siapkan,” ungkapnya. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry