KEDIRI |duta.co – Sedikitnya 1.409 guru pada madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Meski tahun anggaran 2015 dan 2016 beberapa telah terbayarkan, namun mulai tahun 2018 hingga tahun ini belum terbayarkan. Sejumlah guru pun hanya bisa mengadu dan jawaban yang selalu mereka terima untuk sabar.

Sempat menggelar aksi demo pada 5 November 2020 lalu, ratusan guru madrasah karena Dana BOS merupakan hak siswa mendapat potongan hingga 50%. Kini para guru tidak kunjung mendapatkan hak TPG seharusnya diterima setiap tiga bulan sekali. “Untuk tahun 2015 dan 2016 sudah kami terima, namun setelahnya kami belum menerima hingga tahun ini,” ucap salah satu guru MTS, minta identitasnya dirahasiakan.

Justru kini jawaban didapat selain sabar, bahwa mengacu surat dikeluarkan Dirjen Dispendis Kementarian Agama RI. Mulai tahun ini, terkait pencairan anggaran ini dikelola Kanwil Kemenag. Pun demikian, belum ada penjelasan resmi terkait hak guru yang harusnya diterimakan.

Terkait hal ini, Kepala Kemenag HM Zuhri melalui Kasi Pendma Drs. Enim Hartono, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (24/05), membenarkan mulai tahun ini pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk pencairan. “Pertama harus diketahui dulu sistem anggaran. Jadi sistem anggaran Kementrian Agama tentang anggaran 2021 semuanya dialihkan. Contoh BOS ada di pusat jadi kita tidak pegang anggaran, kalau TPP atau terhutang sekarang ditangani di tingkat satu,” jelas Enim.

Bahwa tugas Kemenag di daerah kini hanya Sebatas mengusulkan bersamaan dengan pencairan tunjangan profesi secara regular. “Bahwa kita ini di Kabupaten Kediri sekitar 1.409 orang yang dikatakan terhutang. Artinya pada tahun 2018 sampai 2019 itu negara masih belum dapat pembayaran atau negara masih memiliki hutang dengan nominal 21,9 Milyar,” terangnya.

Artinya kalau sampai tahun 2021 besaran duit yang harus dibayarkan kepada guru madrasah bisa sampai Rp 44 M lebih. (kin/nng)

Keterangan foto : Drs. Enim Hartono, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Kediri (Kintan Kinari Astuti/duta.co)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry