KETERANGAN: Kasi Pidsus Kejari Madiun, Toni Wibisono, saat memberikan keterangan perkembangan kasus dugaan korupsi di TPA Winongo. Duta/Aribowo

MADIUN | duta.co – Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Madiun terus mendalami dan mengembangkan keterangan seputar dugaan penyelewengan anggaran proyek controlled landfill atau penataan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.

Selaian memintai keterangan dari tiga tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan anggaran proyek controlled landfill, Tim Anti Korupsi dari Kejari Kota Madiun ini juga akan mengusut tempat menjual BBM jenis dexlite yang digunakan untuk operasional ekskavator.

“Kita berencana memeriksa 20 orang saksi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Madiun, Toni Wibisono, Selasa (14/1/2020).

Toni wibisono menyatakan, pemeriksaan akan dilakukan secara bergiliran hingga dua pekan ke depan. Sementara pemanggilan tiga orang tersangka, yakni HM, SH dan PW dijadwalkan pada Kamis (16/1/2020).

Guna mengungkap dugaan penyelewengan anggaran proyek controlled landfill atau penataan sampah, Kejaksaan juga akan berkirim surat ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai ahli.

“Mekanismenya, surat koordinasi tersebut dikirim, untuk selanjutnya BPKB datang ke Kota Madiun guna mengaudit kerugian negara,” kata Toni.

Ditanya terkait kemungkinan bertambahnya tersangka, Toni mengaku masih akan mempelajari keterangan saksi-saksi yang ada. Termasuk alat bukti yang telah dikantonginya. ”Selama dua pekan, Kejaksaan dapat menggali informasi lebih detail seputar dugaan penyelewengan anggaran yang bersumber dari APBD tersebut,” tandasnya.

Toni  menegaskan, kejaksaan masih berfokus mendalami dan mengembangkan keterangan dari ketiga tersangka. Selain itu, Kejaksaan juga akan mengusut tempat menjual BBM jenis dexlite yang digunakan untuk operasional ekskavator.

“Diharapkan, dari sana, akan diketahui ada tidaknya keterlibatan pihak lain,” ucap Toni. bow

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry