
SURABAYA | duta.co – Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri resmi menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Tahun 2026. Bertempat di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya, kegiatan yang berlangsung pada 4–5 April 2026 ini menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi dan merumuskan arah kebijakan pembinaan di masa depan.
Mukernas dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kelatnas Indonesia Perisai Diri, Dwi Soetjipto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa soliditas organisasi adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.
Dengan mengusung tema “Kelatnas Indonesia Perisai Diri 2026: Kebangkitan – Menyatukan Langkah, Merajut Prestasi”, forum ini menjadi titik tolak bagi Perisai Diri untuk bertransformasi menjadi organisasi bela diri yang modern tanpa meninggalkan nilai luhur bangsa.
“Mukernas ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi dan langkah seluruh keluarga besar Perisai Diri dalam merajut prestasi yang berkelanjutan,” tegas Dwi Soetjipto dalam arahannya.
Kehadiran Peserta Lintas Negara
Tingginya antusiasme terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting organisasi, di antaranya: Hari Suyanto (Ketua Dewan Pendekar), I Nyoman Yamadhiputra (Ketua Harian Pengurus Pusat), serta jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi dari seluruh Indonesia.
Menariknya, Mukernas kali ini juga menunjukkan eksistensi Perisai Diri di kancah internasional. Perwakilan komisariat dari berbagai negara turut hadir, meliputi Australia, Jerman, Belanda, Swiss, hingga Amerika Serikat. Kehadiran delegasi mancanegara ini menegaskan bahwa Perisai Diri telah berkembang menjadi organisasi bela diri dengan jaringan global yang solid.
Agenda Strategis dan Digitalisasi
Selama dua hari, para peserta membahas sejumlah agenda krusial, antara lain: Penguatan sistem organisasi secara internal, peningkatan kualitas kepelatihan dan pembinaan atlet berprestasi, kemudian Pengembangan berbasis digital untuk mengikuti arus teknologi, dan yang paling utama adalah penguatan citra organisasi di mata masyarakat luas.
Di sela-sela kegiatan, Dwi Soetjipto memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang telah memfasilitasi terselenggaranya Mukernas melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK Unesa). Sebagai langkah konkret ke depan, Perisai Diri menjalin kerja sama strategis dengan UNESA.
Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan ilmu keolahragaan maupun bagi peningkatan prestasi olahraga nasional di masa depan. Melalui semangat Mukernas 2026, Perisai Diri optimis dapat tampil sebagai organisasi yang profesional, berprestasi, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur Indonesia. Imm








































