Keterangan foto Kemenag.go.id

JAKARTA | duta.co – Isu radikalisme dan khilafah menyertai maraknya teror bom akhir-akhir ini. Sementara, kita saksikan sejumlah instansi pemerintah, perusahaan BUMN masih mengundang ustadz-ustadz yang getol kampanye khilafah. Ini mengundang kegeraman para netizen.

Muncullah tagar #TelkomselProRadikalis dan terpantau naik jadi Trending Topic di Twitter. “Ketika negara disusupi virus radikal dan intoleransi maka netizen siap maju paling depan memberikan alarm. Hal ini harus ditanggapi oleh Pemerintah karena ini demi Kedaulatan dan Keberlangsungan Kebhinekaan yang akhir-akhir ini diganggu pro khilafah yang dompleng agenda politik di beberapa Pengajian,” demikian suara netizen.

Kementerian Agama (Kemenag) menyaksikan semangat keberagamaan masyarakat Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Forum pengajian dan majelis taklim semakin menjamur. Momentum Ramadan pun menambah semarak kegiatan keagamaan. Kemeriahan kegiatan keagamaan di perkantoran bahkan tidak kalah dengan syiar di masjid, mushalla, dan majelis taklim.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka. “Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan,  permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Menag di Jakarta, Jumat (18/05/2018).

Menurut Menag, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama muballigh. Tidak sembarang muballigh, tapi hanya yang memenuhi tiga kriteria,  yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Ustadz seperti Felix Siauw tidak masuk.

Daftar nama ini merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini tentu akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak. “Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu.  Namun, para muballigh yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut,” ujar Menag.

“Artinya,  data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi,” sambungnya. Info selanjutnya, bisa berkirim pesan WhatsApp melalui nomor 0811-8497-492.

 Daftar Nama Mubaligh atau Penceramah Islam Indonesia

Menag berharap rilis daftar nama muballigh ini bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. Langkah ini diharapkan akan memperkuat upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama sesuai misi Kementerian Agama. (mky,kmg)

Tinggalkan Balasan