Kepala Sekolah  SMAN 7 Malang, Dra Herlina Wahyuni MPd (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -SMAN 7 Malang tak terasa sudah beranjak matang di umur yang ke 37 tahun. Banyak hal yang telah dicapai dan diraih. Lewat sekolah ini medali gulat dan sepak takraw dapat dibawah pulang di ajang Porprov. Berkat inovasi sekolah ini pula, dapat memproduksi kripik tempe hingga penjualan merambah ke Johor Malaysia.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Malang, Dra Herlina Wahyuni  MPd, di HUT lembaga pendidikan ini, rangkaian acara dan kegiatan telah dilaksanakan. Diantara kegiatan tersebut terdapat santunan bagi putra-putri karyawan dan guru tidak tetap, serta petugas kebersihan dan keamanan.

“Kemudian ada lomba-lomba yang digelar. Lomba untuk siswa sifatnya berinovasi supaya memunculkan potensi mereka dan mengeksplor kemampuan peserta didik,” ungkap Herlina Wahyuni , saat ditemui disela-sela acara.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan ulang tahun SMAN 7 ini, digelar pula jalan sehat diikuti seluruh elemen sekolah. Mulai dari mantan Kepala Sekolah, guru pensiunan, termasuk alumni yang juga menyemarkan acara.

“Alhamdulillah dengan bertambahnya usia, prestasi akademik dalam berbagai Olimpiade meningkat. Termasuk juga di bidang non akademik contohnya ekstrakurikuler gulat yang berrhasil meraih prestasi di Porprov dan Popnas. Termasuk juga tari dan paduan suara serta sepak bola,” beber Kepala Sekolah satu ini.

Moncernya prestasi berimbas positif dengan melonjaknya animo masyarakat menyekolahkan putra-putri mereka di SMA ini. Dari catatan tahun ajaran baru lalu, pendaftar mencapai 900 orang. Sedangkan yang diterima Cuma 300 siswa. Ini membuktikan SMAN 7 saat ini menjadi sekolah tujuan.

“Bahkan nilai Danem tertinggi jenjang SMP mendaftarkan diri di SMAN 7 sini,” tuturnya.

Berkat popularitas tersebut, sekolah ini kedatangan 24 Kepala Sekolah dari Johor Malaysia. Mereka studi banding pada program-program pengembangan sekolah vokasi. Dengan mengangkat potensi daerah yang kemudian bekerjasama dengan home industri sekitar. Maka kemudian siswa-siswi SMAN 7 ini dilatih untuk memproduksi tempe.

“Karena sudah berjalan lancar, kita juga mengembangkan ke di lingkungan sekolah dan luar sekolah. Para Kepala Sekolah yang dari Malaysia itu juga membawa oleh-oleh kripik tempe sagu dari sini,”

Lebih dari itu, pihak sekolah ini juga concern terhadap pembinaan olah raga. Saat ini di SMAN 7 dalam proses pembangunan gedung olahraga serba guna Indoor. Sekolah ini menyediakan lahan seluas 1.250 M2. Progresnya sudah  40 %, dan sudah menelan dana 900 Juta lebih. Biaya tersebut didapat dari program CSR dan komite sekolah. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry