KOTA : Kades Parang terpilih Daryono bersama Waumi Naima, istrinya (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI | duta.co -Kepala Desa Parang terpilih Daryono berharap desanya bisa segera masuk ke dalam wilayah Kota Kediri. Hal itu berarti, bahwa Pemerintah Desa Parang Kecamatan Banyakan lepas dari wilayah pemerintah kabupaten dan masuk Pemeritah Kota Kediri.

Hal tersebut diungkapkan Daryono usai terpilih lagi menjadi Kepala Desa Parang setelah memperoleh suara terbanyak dalam pencoblosan kepala desa setempat melawan istrinya sendiri, Waumi Naima, Rabu (7/11/2018) kemarin.

“Justru kita malah berharap, Desa Parang ini bisa segera masuk ke dalam wilayah Kota Kediri. Dengan pertimbangan lokasi secara geografis memang jauh dari pusat pemerintahan. Hal ini membuat desa ini sulit terjangkau. Untuk menuju kantor pemerintah kabupaten saja harus melewati wilayah Kota Kediri,” ungkapnya.

Menurutnya, memang sudah sepantasnya wilayah Kabupaten Kediri yang berada di barat Sungai Brantas masuk ke dalam pemerintahan kota. Dengan alasan, pemekaran wilayah Kota Kediri karena selama ini secara hukum, telah masuk Polres Kediri Kota.

“Namun hal itu tidak mudah dan pasti membutuhkan proses yang panjang. Apa mungkin pemerintah kabupaten merelakan jika wilayah di barat Sungai Brantas ini masuk ke wilayah kota, tentu sulit,” lanjutnya.

Selain itu, diharapkannya jika masuk dalam wilayah Kota Kediri dapat mempermudah akses ke pemerintahan. Percepatan pembangunan desa yang kini dipimpinnya kembali juga diharapkan.

Senada juga diungkapkan oleh warga setempat Zaenuri (30) yang kesehariannya bekerja sebagai petani. Kalau memang  desanya menjadi kelurahan karena masuk ke wilayah Kota Kediri, dirinya sangat senang sekali.

“Wah, kalau begitu pasti joss. Tapi kapan itu akan terwujud?,” ungkapnya sambil menampilkan senyum harapan. (ian/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry