PERANGKAT : Sunaryo, Koordionator aksi Aliansi Masyarakat Peduli Desa saat orasi di depan Kantor Pemkab Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Setelah dua kali menggelar aksi dan tidak mendapat respon dari Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno maupun Ketua DPRD Kabupaten Kediri, H. Sulkani, Aliansi Masyarakat Peduli Desa akan kembali menggelar aksi.

Kali ini akan menyampikan unek-uneknya ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri pada Kamis besok.

Hal ini disampaikan Sunaryo, koordinator aksi yang selanjutnya akan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Merasa tidak mendapatkan segera mendapatkan jawaban dari kepala daerah maupun para wakil rakyat, aksi demo akan kembali digelar di Kantor Kejari.

“Setelah aksi di Kantor Kejaksaan, kami akan mendaftarkan gugatan ke pengadilan, dengan tergugat Bupati Kediri, Rektor UB dan Rektor IAIN,” tegas Sunaryo.

Dirinya pun mengaku telah menyiapkan tim advokat yang dijamin kredibilitasnya mengawal kasus ini dan tak mungkin bisa dibeli oleh sang penguasa kabupaten.

“Maksudnya dibeli, kita semua tahu kualitas pengacara di Kediri. Saat berurusan atau melawan dinasti penguasa kabupaten, selalu hasilnya mengecewakan,” terang lelaki yang juga menjabat Ketua PAC PDI Perjuangan Purwoasri ini.

Darimana anggaran untuk mendaftarkan gugatan, Sunaryo mengaku merupakan dana pribadi dan urunan dari teman-teman yang peduli termasuk bantuan dari tim advokat.

“Saya tidak peduli mereka pakai pengacara nomor satu di Indonesia, kami hanya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat, inilah rekayasa,” terangnya.

Rencana ini mendapat dukungan dari Tomi Aribowo, Ketua Ikatan Pemuda Kediri (IPK) yang kini sedang mempersiapkan diri menjadi calon legeslatif dari Partai Gerindra.

“Seharusnya, bila penegak hukum kesulitan alat bukti dan ini sudah merupakan keresahan masyarakat. Cukup buka saja riwayat komunikasi telepon dan rekening milik sejumlah orang. Pasti akan ketahuan semua dan ini bagian dari keterbukaan informasi publik,” terangnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.