Tampak Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Gus Romy) mendampingi Presiden Jokowi terbang balik ke Jakarta, usai menghadiri pernikahan dua cucu Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Bukan kali ini saja, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Minggu (11/3/2018) Gus Romy, panggilan akrab Romahurmuziy, kembali menemani Jokowi saat menghadiri pernikahan dua cucu Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen.

Kali ini lebih istimewa. Gus Romy bahkan tampak mendampingi Jokowi sampai pintu mobil RI-1 bersama Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj untuk mengantarkan presiden melanjutkan kegiatan lainnya. Setelah itu, Gus Romy diajak Jokowi pulang (terbang) bersama-sama kembali ke Jakarta.

Saat dikonfirmasi wartawan, apa saja yang dibicarakan Presiden Jokowi dengan dirinya, Gus Romy mengaku tidak ada pembicaraan serius, selain urusan menghadiri pernikahan dua cucu Mbah Moen.

Kalau pun ada, katanya, dalam waktu dekat kita akan bertemu untuk mengupdate situasi politik nasional, dan yang lain-lain, lebih banyak bicara masalah keselamatan bangsa dan negara saja.

“Itu saja,” ujar Romy di Kompleks Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Minggu (11/3/2018) sebagaimana dilansir sindonews.com.

Meski tak ada pembahasan serius mengenai politik, cicit Mbah Wahab ini mengakui kalau dirinya diajak Jokowi pulang bersama-sama ke Jakarta. “Oh iya nanti sore beliau (Jokowi) minta saya bersama-sama dengan beliau untuk pulang ke Jakarta,” pungkasnya.

Kedekatan Gus Romy dengan Presiden Jokowi, ini kemudian menjadi bahan diskusi nahdliyin. Hampir semua kiai setuju, bila sosok Gus Romy disebut sebagai politisi santri yang santun, tidak mementingkan diri sendiri.

Meski masih keluarga besar KH Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), Gus Romy bisa menempatkan diri dan organisasi NU pada tempat yang semestinya. Dia tahu di mana berpolitik praktis, di mana NU sebagai organisasi diniyah.

“Bukan hanya itu, ketika yang lain sibuk menyodorkan diri sebagai Cawapres, Gus Romy juga tidak larut dalam ambisi itu, dia berpikir bagaimana formasi kepemimpinan nasional berjalan baik, lebih mementingkan bangsa ketimbang ambisi pribadi. Barangkali ini yang menjadi pertimbangan Presiden Jokowi,” jelas KH Mahfudz, pengasuh PP Metal, Sidoarjo. (mky,sdn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.