NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama), menerima kunjungan tamu dari Palestina. (FT/NUO)

JAKARTA | duta.co – Perlu langkah nyata yang bisa dilakukan bersama antara NU dan lembaga Palestina. Kamis (12/10/2017) sore NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama), menerima kunjungan tamu dari Palestina. Dalam pertemuan tersebut kedua pihak membahas kerja sama konkret di berbagai bidang.

Rombongan tamu disambut di kantor NU Care-LAZISNU, Lantai 2 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Mereka adalah Kuasa Usaha Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Taher Hamad, Ketua Komite Pusat Zakat Hebron Syekh Nabeel Fayad Salah, dan Ketua Asosiasi Hubungan Publik Palestina (PARA) Abed Almonem Zahdeh.

Abed mengatakan, ia sejatinya ingin bertemu dengan Nahdlatul Ulama sejak lama namun baru terealisasi sekarang atas bantuan Kedubes Palestina. “Hubungan baik Indonesia-Palestina sudah lama terjalin, dan kami ingin melanjutkan dan memperkuat hubungan baik ini,” kata pria yang aktif Asosiasi Persahabatan Indonesia-Palestina (PIFA) itu.

Senada, Syekh Nabeel berharap ada langkah nyata yang bisa dilakukan bersama antara NU dan pihaknya. Ia menjelaskan, lembaga zakatnya selama ini aktif tidak hanya di sektor bantuan untuk anak yatim tapi juga pendidikan dan sejumlah aksi kemanusiaan.

Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda menyambut baik ajakan tersebut. Ia bahkan mengaku siap menjadi jembatan komunikasi antara Palestina dan beberapa organisasi zakat di Indonesia.

“NU Care tergabung dalam FOZ (Forum Organisasi Zakat). Saya kira bila program aksi kemanusiaan untuk Palestina menjadi efektif bila dilakukan bersama-sama, dengan lembaga-lembaga zakat yang lain,” paparnya.

Syamsul juga mengungkapkan rasa simpatiknya terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Ia mengaku pernah sekali ke sana dan menyaksikan dengan mata sendiri kesengsaraan mereka di bawah penindasan.

Abed menambahkan, kunjungannya ke NU bukan sekadar untuk menggalang dana bantuan sosial. Baginya, yang terpenting adalah terjadinya kesalingpahaman tentang kondisi riil Palestina sehingga bisa dirumuskan program-program berkelanjutan yang berjangka panjang.

Ketua PBNU H Iqbal Sullam turut mendampingi pertemuan tersebut dan memberikan dukungan penuh terjalinnya kerja sama antara NU dan Palestina. (nuo,mahbib)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan