Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menjelaskan di podium pihaknya bersyukur dapat kembali mewisuda para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan.

SURABAYA | duta.co — Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Surabaya mewisuda sebanyak 158 lulusan dalam prosesi wisuda yang digelar di Novotel Samator Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Ratusan wisudawan tersebut berasal dari sejumlah program pendidikan UPH, termasuk program magister serta program sarjana lainnya.

Prosesi wisuda menjadi momentum bagi para lulusan untuk melanjutkan kiprah dan pengabdian di tengah masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., mengatakan pihaknya bersyukur dapat kembali mewisuda para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Jadi kita Universitas Pelita Harapan sangat berbahagia bahwa hari ini kita mewisuda 158 wisudawan di Kampus Surabaya. Di antaranya cukup banyak yang program master dan program-program yang lain pada ONE UPH,” ujar Rektor.

Menurutnya, UPH terus berkomitmen memberikan pendidikan dengan kualitas terbaik dan standar akademik yang tinggi. Hal tersebut, kata dia, tercermin dari kualitas tenaga pengajar yang dimiliki UPH dari berbagai bidang keilmuan.
“UPH selalu berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. Kelihatan di sini dosen-dosennya ini doktor hukum, ini juga doktor macam-macam. Jadi komitmen kita adalah pendidikan yang sebaik-baiknya,” katanya.

Rektor menjelaskan, secara keseluruhan UPH saat ini memiliki sekitar 20 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus, dengan jumlah terbesar berada di Jakarta. Meski demikian, UPH berupaya menjaga kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa di Surabaya agar tetap memiliki standar yang sama.
“Komitmen kita untuk kualitas pendidikan di Surabaya sama dengan Jakarta,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Surabaya dan kawasan Indonesia Timur yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan UPH. Menurut Rektor, UPH telah melahirkan lulusan yang kini mengabdi di berbagai bidang di seluruh Indonesia.

Rektor mengungkapkan, prosesi wisuda di Surabaya yang diikuti 158 lulusan tersebut merupakan bagian dari kontribusi UPH dalam mencetak sumber daya manusia.
Untuk periode tertentu, UPH dapat mewisuda lebih dari 2.500 lulusan, sedangkan dalam satu tahun jumlah lulusan Ganjil dan Genap 2025/2026 yang diwisuda mencapai lebih dari 6.000 orang.
“Yang sekarang ini 158 yang diwisuda kali ini. Tapi secara UPH itu kita mewisuda 2.500 lebih untuk periode ini. Dan setahun itu kita mewisuda lebih dari 6.000,” ungkapnya.

Sementara jumlah mahasiswa baru yang diterima UPH setiap tahun juga mencapai ribuan. Rektor menyebut pada tahun ini UPH menerima lebih dari 6.000 mahasiswa baru.

Data tersebut sejalan dengan kiprah UPH dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di berbagai bidang. UPH sendiri memiliki beragam program studi, sementara bidang yang masih diminati di antaranya manajemen, hukum dan akuntansi.

Selain penyelenggaraan pendidikan reguler, Rektor menekankan kontribusi UPH melalui program beasiswa. Ia menyebut ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia memperoleh kesempatan menempuh pendidikan melalui program beasiswa, terutama dalam bidang pendidikan guru dan keperawatan.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya UPH berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Jadi salah satu komitmen UPH adalah bagaimana kita berkontribusi untuk negeri tercinta ini di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Rektor mengatakan, lulusan UPH dari berbagai bidang telah berkiprah tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Ia mencontohkan lulusan bidang keperawatan dan pendidikan yang mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri.

Ia juga menegaskan bahwa UPH terus mengembangkan pendidikan dengan orientasi standar internasional. Komitmen tersebut tidak hanya dilakukan melalui bidang keguruan dan keperawatan, tetapi juga kedokteran dan teknologi.
“Jadi standar pendidikan di UPH itu sudah standar internasional,” katanya.

Kontribusi pendidikan UPH juga diarahkan kepada mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil. Rektor menyebut terdapat mahasiswa yang berasal dari Papua dan kawasan pegunungan yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di UPH.
“Kita bersyukur UPH diizinkan Tuhan untuk berkontribusi bagi pendidikan anak bangsa yang berperan untuk kemajuan Indonesia, anak bangsa di seluruh Nusantara,” tuturnya.

Rektor berharap para lulusan yang telah diwisuda tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda 158 lulusan UPH di Surabaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang UPH dalam mencetak lulusan yang diharapkan mampu berkarya di berbagai bidang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Sebelumnya, UPH dalam wisuda pada Mei 2026 juga melantik dan mengutus lebih dari 4.000 lulusan. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPH menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mempersiapkan lulusan agar memberikan dampak positif bagi masyarakat.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry