
Nanik Handayani,S.Kep.Ns.M.Kes
Dosen Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)
AIR SUSU IBU (ASI) merupakan makanan pokok bayi yang kaya kandungan gizi dan menyehatkan. Agar asupan gizi bayi terpenuhi, diperlukan ASI yang cukup untuk meningkatkan metabolisme tubuhnya.
Sebaiknya ibu mengonsumsi makanan bergizi dan merawat payudara sedini mungkin agar produksi ASI menjadi lancar. Perawatan payudara sedini mungkin dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
Setelah melahirkan, tugas ibu selanjutnya adalah memberikan ASI. Namun terkadang masalah muncul saat menyusui,ada yang produksi ASI nya langsung banyak, banyak juga yang mengalami ASI tidak keluar.
Padahal ASI merupakan asupan awal bagi bayi yang baru lahir. Beberapa hari setelah melahirkan ibu akan merasakan payudaranya terasa kencang,ini tandanya jika ASI ibu sudah mulai diproduksi.
Upaya untuk mempercepat produksi ASI setelah ibu melahirkan, antara lain bisa dilakukan dengan inisiasi menyusu dini (IMD).
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses menyusui pada bayi yang dimulai secepatnya setelah bayi dilahirkan. Banyak manfaat luar biasa dari IMD karena terjadi kontak kulit ibu dan bayi saat baru lahir.
Inisiasi menyusui dini adalah proses untuk memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam kurun waktu 30 menit sampai 1 jam pasca persalinan. IMD atau inisiasi menyusu dini merupakan awal yang tepat untuk memulai ASI eksklusif, atau sebelum memulai proses menyusui yang sesungguhnya.
Inisiasi menyusui dini tidak hanya memudahkan proses menyusui, tapi juga menjadi momen ‘perkenalan’ yang dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi.
Saat melakukan IMD ada sentuhan langsung antara ibu dan bayi yaitu skin to skin contact.Dengan begitu, bayi yang baru lahir bisa langsung merasakan sentuhan yang nyaman dari tubuh ibu.
Menurut penelitian, memberi ASI secara eksklusif pada enam bulan pertama memberikan manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Berbagai institusi kesehatan dunia, termasuk Badan Kesehatan Dunia (WHO), merekomendasikan pemberian ASI eksklusif karena menurut hasil penelitian, bayi yang diberikan ASI memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penyakit infeksi, seperti pneumonia dan diare.
ASI juga dapat menunjang tumbuh kembang bayi yang normal, dan dapat mengurangi risiko obesitas pada anak dan remaja.
Cara Memperbanyak ASI
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI antara lain:
1.Berikan ASI terus-menerus
Pada beberapa minggu pertama kelahirannya, jadwal pemberian ASI mungkin belum bisa teratur. Meski begitu, berikanlah ASI kapan pun bayi membutuhkannya.
Anda dapat memberi ASI kira-kira dua atau tiga jam sekali, sebab bayi yang baru lahir biasanya minum ASI sebanyak delapan hingga 12 kali dalam sehari.
Pada prinsipnya, semakin sering diberikan, produksi ASI akan semakin bertambah. Hal ini terjadi karena hormon prolaktin akan bekerja merangsang produksi ASI.
2.Istirahat yang cukup
Istirahat penting untuk menjaga kestabilan produksi ASI. Atur jadwal tidur . Hindari rokok dan minuman beralkohol, karena kedua hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI.
3.Hindari cemas
Tidak perlu cemas kekurangan ASI. Selama ibu sehat secara fisik maupun mental dan mengonsumsi makanan sehat tetap dapat memproduksi ASI. Begitu juga dengan kondisi bayi. Selama bayi baik-baik saja, dia akan terus mengonsumsi ASI dan ASI akan terus diproduksi.
4.Mengelola stres
Selama masa menyusui, usahakan untuk mengelola stres dengan baik. Stres mungkin tidak mengurangi produksi ASI, tapi diduga dapat menghambat proses keluarnya ASI.
5.Saling berbagi dengan ibu menyusui lainnya
Bertemu dengan sesama ibu menyusui dapat membuat ibu memiliki teman berbagi,bisa bertukar cerita tentang cara memperbanyak ASI,dapat saling memberi semangat agar berhasil memberi ASI eksklusif
6.Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui
Nutrisi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu akan diberikan kepada bayi melalui ASI. Oleh karena itu, selama masa menyusui secara eksklusif, memerlukan tambahan asupan kalori sebesar 300-500 kalori per hari.Ibu tidak perlu mengonsumsi makanan tertentu dengan maksud untuk memperbanyak ASI. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang untuk menjaga kualitas ASI.
7.Cukupi kebutuhan cairan
Selama menyusui, ibu dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan. Sebab, produksi ASI mungkin berkurang jika tubuh kekurangan air. Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. Batasi asupannya, tidak lebih dari 3 cangkir per hari. Kandungan kafein pada ASI dapat menyebabkan bayi susah tidur.
8.Vitamin
Disarankan mengonsumsi vitamin D setidaknya 2800 IU per hari. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari rekomendasi asupan vitamin D harian untuk orang dewasa yang tidak menyusui yaitu 400 IU setiap harinya. Vitamin dan zat penting lain yang diperlukan dapat diperoleh dari asupan makanan bergizi yang dikonsumsi secara bervariasi.
9.Obat-obatan
Selama masa menyusui, Anda perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, termasuk pil KB. Sebelum mengonsumsi obat-obatan apapun, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.
Berbagai tips di atas bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI demi memenuhi kebutuhan bayi. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke klinik laktasi untuk mendapatkan informasi mengenai cara untuk memperbanyak ASI bagi ibu menyusui. *








































