PRAKTIKUM : Laboratorium di Kampus A Unusa yang dibuat mirip kamar sebuah rumah sakit. DUTA/istimewa

Pandemi Covid-19 memaksa semua pembelajaran dilakukan secara daring. Itu pula yang dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).  Namun, ada mata kuliah tertentu yang tidak bisa dilakukan secara online khususnya   praktikum bagi mahasiswa program studi vokasi, salah satunya keperawatan.

Dan Unusa mencoba untuk tetap menjalankan praktikum bagi mahasiswa semester enam prodi D3 Keperawatan di tengah pandemi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Praktikum bagi mahasiswa kesehatan khususnya keperawatan memang tidak bisa digantikan dengan sistem daring. Tatap muka wajib dan mutlak dilakukan walau di tengah pandemi Covid-19. Apalagi praktikum ini dilakukan di semester enam atau semester akhir mahasiswa.

Praktikum mata kuliah Praktik Keperawatan Medical Bedah 2 dan Gadar ini biasanya dilakukan di rumah sakit. Namun karena kondisi rumah sakit tidak memungkinkan dan bisa mengancam kesehatan mahasiswa, maka Unusa melakukan dengan cara lain.

Sebelumnya, mahasiswa ini sudah diliburkan sejak pandemi Covid-19 terjadi yakni pada Maret 2020. Selama di rumah, mahasiswa mengikuti pembelajaran daring.  Namun karena harus memenuhi pembelajaran praktik, maka Unusa terpaksa mendatangkan 56 mahasiswa yang harus menempuh praktik ini.

Dalam hal ini, Unusa menjadikan laboratorium yang ada di Kampus A Jalan Smea Surabaya menjadi rumah sakit mini. Semua fasilitas layaknya rumah sakit ada di laboratorium itu. Sehingga praktik itu tidak perlu dilakukan di rumah sakit.

Kepala Program Studi (Kaprodi) D3 Keperawatan, Farida Umamah, SKep, Ns MKep mengatakan laboratorium ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, untuk praktik ini biasanya dilakukan di rumah sakit karena mahasiswa bisa langsung terjun ke pasien yang sebenarnya.

“Belajarnya bisa secara langsung. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, kami putuskan untuk lakukan di dalam kampus. Karena benar-benar praktik ini tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Akhirnya, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, Unusa mendatangkan 56 mahasiswanya yang wajib mengikuti praktikum ini ke kampus. Mereka yang berasal dari berbagai daerah itu datang dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

“Mereka harus bawa surat keterangan sehat dan juga surat keterangan sudah melakukan karantina mandiri selama 14 hari dari RT dan RW,” ujarnya.

Setelah memenuhi, para mahasiswa itu harus hadir di kampus dengan protokol kesehatan yang ketat. Di mana mahasiswa disediakan kamar atau penginapan khusus. Unusa menyulap ruang-ruang kelas yang ada di kampus A untuk  menjadi penginapan.

“Tujuannya juga karantina bagi mereka. Tidak boleh berinteraksi dengan orang luar,” ungkap Farida.

Di tengah pandemi, mahasiswa D3 Keperawatan Unusa tetap mengikuti praktikum untuk menyelesaikan tahap akhir kuliah mereka. DUTA/istimewa

Di ruang laboratorium sendiri, Unusa mengatur keluar masuknya mahasiswa. Dalam satu shift ada 10 mahasiswa yang mengikuti praktikum selama dua jam per hari.

Setelah dua jam, ada jeda 15 menit untuk membersihkan ruangan, baru shift berikutnya boleh memasuki ruang laboratorium. Begitu selanjutnya setiap hari selama dua minggu ke depan.

“Keluar masuk mahasiswa kita atur jalurnya. Supaya tidak berbeturan dan tidak terjadi penumpukan. Bagi yang sudah selesai praktik langsung masuk ke kamar masing-masing. Tidak boleh ada yang di luar. Kita sudah atur ini dengan Satgas Covid-19 Unusa,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor II Unusa, drg Umi Hanik mengatakan bahwa selama pandemi, laboratorium yang ada di Unusa tidak difungsikan. Sehingga laboran yang dimiliki kini diperbantukan ke RSI Surabaya Ahmad Yani dan Jemursari.

Hal itu dilakukan agar para laboran itu bisa membantu sekaligus bisa belajar terkait masalah virus Corona ini.

“Ada hikmah setiap kejadian. Dengan diperbantukan di RSI, maka laboran kami bisa juga belajar secara lagsung. Sehingga ketika laboratorium sudah bisa dibuka, mereka bisa memberikan ilmunya itu kepada mahasiswa,” jelasnya.

Umi Hanik pun menegaskan bahwa Unusa yang merupakan kampus dengan prodi kesehatan terbanyak, berupaya praktik mahasiswa bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry