Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono memberikan kenang-kenangan pada Tri Rismaharini. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co – Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak utama pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

Karena itu, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) tidak boleh berhenti sebatas konsep di atas kertas, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat.

Pesan kuat tersebut disampaikan oleh Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T. saat memberikan pidato utama (keynote speech) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-13 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada Kamis (2/7/2026).

Dalam paparannya, Mantan Menteri Sosial dan Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Risma ini menjelaskan bahwa perguruan tinggi berada di posisi krusial untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul serta melahirkan inovasi teknologi yang mampu menjawab berbagai tantangan global—mulai dari pengentasan kemiskinan, isu kesehatan, akses pendidikan, perubahan iklim, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.

“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Perguruan tinggi menjadi salah satu aktor utama karena memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Risma.

Ia juga menggarisbawahi bahwa internalisasi SDGs di lingkungan kampus harus dilakukan secara holistik. Hal ini mencakup integrasi ke dalam kurikulum pembelajaran, pengembangan riset berbasis solusi atas persoalan masyarakat, tata kelola kampus yang berkelanjutan, hingga perluasan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, serta komunitas sipil.

Berbagi pengalaman semasa memimpin Kota Surabaya dan Kementerian Sosial, Risma mengingatkan bahwa kompleksitas persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan dengan ego sektoral. Kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas institusi menjadi kunci utama untuk mempercepat pencapaian target SDGs secara seimbang di sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Apresiasi Atas Prestasi Internasional Unusa
Dalam kesempatan yang sama, Risma memberikan apresiasi tinggi atas capaian gemilang Unusa dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026. Universitas berlambang NU ini berhasil menembus peringkat ke-86 dunia pada indikator SDGs 3 (Good Health and Wellbeing).

“Sungguh tidak mudah untuk mencapai peringkat tersebut. Saya percaya Unusa dengan jaringan rumah sakit dalam YARSIS serta kerja sama dengan pondok pesantren, menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian tersebut,” ungkapnya.

Menurut Risma, pencapaian ini membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu berbicara banyak di kancah internasional jika berhasil membangun ekosistem pendidikan, riset, inovasi, dan pelayanan masyarakat yang terintegrasi dengan baik.

Namun,, ia berharap prestasi ini tidak membuat Unusa berpuas diri, melainkan menjadi pemantik untuk terus memperluas kontribusi nyata di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Perayaan Dies Natalis ke-13 Unusa tahun ini mengusung tema “Transformasi UNUSA Menuju Kampus Berdampak dan Berkelanjutan melalui Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Tema tersebut sekaligus mempertegas komitmen penuh Unusa dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap agenda pembangunan nasional maupun global. ril/lis