KERJASAMA : Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie (tengah) bersalaman dengan perwakilan dari Relawan Jurnal Indonesia usai penandatangan kerjasama kedua belah pihak. DUTA/istimewa

Gandeng RJI untuk Membuat Pusat Studi Publikasi Ilmiah

SURABAYA l duta.co –   Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meraih peringkat ketiga jumlah proposal terbanyak sewilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) VII Jawa Timur yang lolos hibah penelitian dosen pemula (PDP) Kementeristekdikti 2020. Seperti diketahui, Unusa meloloskan 56 proposal untuk hibah PDP ini.

Dengan peringkat ini, Unusa terus mendorong dosen-dosennya agar memiliki semangat penelitian.  Karena dengan memperoleh peringkat ketiga ini membuat Unusa semakin yakin memiliki dosen yang berkualitas.

Sekretaris Lembaha Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Dr Ubaidillah Zuhdi mengatakan perguruan tinggi NU ini semakin merasa yakin tahun depan jumlah proposal yang lolos akan semakin banyak. dengan jumlah proposal yang disetujui oleh Dikti membuat diri yakin tahun depan akan semakin meningkat.

“Semua semakin semangat karena jumlahnya melonjak jauh dari tahun sebelumnya. Kami pun optimis harus terus bertambah setiap tahunnya,” ucapnya.

Namun, setelah proposal ini diterima, para dosen tidak boleh santai. Mereka harus segera melaksanakan program yang diajukan dan tertulis dalam proposal. Sehingga ketika batas waktu yang ditentukan, mereka tidak lagi panik untuk menyelesaikannya.

Selain itu, untuk bisa menambah jumlah penelitian dan publikasi ilmiah, Unusa menggandeng Relawan Jurnal Indonesia (RJI) untuk membuat Pusat Studi Publikasi Ilmiah (PSPI).

Rektor Unusa, Prod Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng mengatakan penelitian dan publikasi ilmiah itu perlu pendampingan yang baik. Nantinya RJI ini akan melakukan pendampingan lebih lanjut pada dosen-dosen Unusa agar penelitiannya semakin banyak dan tentu saja lebih berkualitas.

 “Dengan MoU ini diharapkan dosen Unusa semakin bersemangat untuk melakukan penelitian dan menulis jurnal ilmiah. Kita  terus mendukung ke arah sana, selain pendampingan juga adanya dana khusus untuk penelitian dosen,” jelas Prof Jazidie.

Jazidie menjelaskan saat ini dosen Unusa menggunakan 12 media untukmempublikasikan karya ilmiahnya. Namun dari 12 media ini baru enam media yang terakreditasi oleh sinta.

“Kami terus mendorong untuk enam lainnya bisa terakreditasi dan yang sudah terakreditasi bisa lebih baik lagi akreditasinya,” ucapnya.

Dengan kerja sama ini, Jazidie berharap karya ilmiah dosen dari Unusa akan lebih baik ke depannya. “Pasti kami akan terus belajar untuk lebih baik dalam karya ilmiah,” ucapnya. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry