Lima anggota tim Coramer yang lolos PKM 2019. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Pada 2019 ini, menjadi tahun berkah bagi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).  Berbagai prestasi membanggakan ditorehkan baik dosen maupun mahasiswa.

Kali ini, 23 proposal lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Jumlah ini meningkat 320 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tujuh proposal.

Dengan meningkatkan jumlah proposal yang lolos PKM ini, Unusa menarget bisa meloloskan 10 proposal ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2019 mendatang.

Dari 23 proposal itu, 11 proposal dari PKM Kewirausahaan, 6 proposal dari PKM Penelitian Eksak, 4 proposal dari PKM Pengabdian Masyarakat dan 2 proposal dari PKM Penelitian Sosial Humaniora.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Soleha mengatakan ini adalah lonjakan luar biasa dari para mahasiswa Unusa.

“Kita patut berbangga. Kita kampus swasta nomor dua yang bisa meloloskan proposal terbanyak di Jawa Timur,” ujar Umdatus, Senin (8/4).

Semua itu kata Umdatus, berkat kerjasama dan keinginan yang kuat antara mahasiswa dan para dosen pembimbing yang tak kenal lelah untuk bisa berprestasi.

Sehingga kualitas proposal yang dibuat mahasiswa itu benar-benar bagus dan layak bisa lolos PKM. Selain itu jumlah submit proposal Unusa juga lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Kita persiapannya setahun. Setelah Pimnas 2018 kita langsung bergerak. Dan di tahun ini, kita itu menerapkan seleksi dua lapis. Seleksi pertama di tingkat fakultas. Setelah itu ke level universitas. Baru kalau semua oke, kita submit,” jelas Umdatus.

Dengan lolosnya beberapa proposal ini, Umdatus menegaskan mahasiswa harus mulai bekerja. Mempersiapkan segala sesuatunya sebelum monitoring dan evaluasi (Monev) digelar pada sekitar Juni mendatang.

Mahasiswa dituntut untuk menjalankan program dengan baik. Membuat laporan secara berkala dengan pengisian log book yang benar.

“Jika luarannya (output) berupa produk maka produk itu harus ada, kalau luarannya berupa artikel ya dengan membuat artikel dan sebagainya,” tukasnya.

Para dosen pembimbing juga dituntut untuk terus mendampingi mahasiswa yang lolos PKM ini. Ini dilakukan agar semua berjalan sesuai target yang ditetapkan.

“Kita maunya semua bisa lolos Pimnas, tapi kalau pun tidak, ya minimal 10 proposal yang harus lolos Pimnas,” tukasnya.

Salah satu proposal yang lolos PKM Kewirausahaan adalah proposal dengan judul Coramrl (cookies beras merah) sebagai alternative diet diabetes.

Lima mahasiswa Unusa dari berbagai program studi yakni Nurul hidayah (S1 PGSD),  Desinta Puspita Setyarini (S1 Keperawatan), Farhana Rasida Adhiba (S1 PGSD), Dina Tri Maryuni (S1 Keperawatan) dan  Inggrit Kezia Dewanti  (S1 PGSD) berhasil meyakinkan reviewer untuk lolos PKM 2019 ini.

Dina salah satu anggota tim mengaku senang bisa lolos PKM tahun ini. “Kita target bisa lolos Pimnas. Karenanya sekarang sedang mempersiapkan segala sesuatu sesuai arahan dosen pembimbing,” ujarnya.

Produk Coramer dikatakan Dina memang untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Bagi penderita diabetes, produk ini sangat bagus sebagai camilan.

“Begitupun bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula dalam darahnya namun ingin tetap ngemil, bagus juga dikonsumsi,” tukasnya.

Untuk produk ini, Dina mengaku menggunakan beras merah yang sudah dihaluskan, dicampur dengan buah pare yang dicincang halus.

Kemudian dicampur gula aren, telur dan sedikit mentega. “Kandungan bahannya semua rendah gula,” tandasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.