Unusa jadi tuan rumah pelatihan Advance Training Mikrotik. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Dalam upaya melalukan standarisasi materi, Axioo Class Program kembali menyelenggarakan training lanjutan bagi para guru sekolah binaan Axioo terpilih dari seluruh wilayah di Indonesia. Pelatihan bertema advance training makrotik itu digelar di Univesitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Kenapa memilih MikroTik ?. Saat ini banyak perusahaan atau bidang usaha dari menengah kebawah hingga menengah keatas menggunakan MikroTik untuk instalasi jaringan. Dengan harganya terjangkau, MikroTik dapat dimiliki oleh kalangan umum.

Atas kepedulian MikroTik terhadap pendidikan, maka MikroTik mempunyai program bernama MikroTik Academy. Axioo Class Program bersama Belajarmikrotik mengadakan training lanjutan dari program AxiooClassProgram untuk membantu sekolah dalam mewujudkan MikroTik Academy yaitu pada 15 hingga 20 Mei 2017.

Pihak penyelangga mempercayakan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan training ini. Peserta pelatihan sejumlah 20 orang dari 10 sekolah berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya: SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi, SMK PGRI Subang, SMK Mandiri Percut Sei Tuan Medan, SMK Al Irsyad Tegal, SMK Bina Warga Lemah abang Cirebon, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, SMK Negeri 9 Malang, SMK IPTEK Weru Sukoharjo, SMK Widya Dharma Turen dan Politeknik Negeri Banjarmasin. Dimana kami mengarahkan para peserta untuk dapat melakukan studi banding ke Universita Nahdlatul Ulama Surabaya atas rekomendasi dari Belajarmikrotik.com yang dinilai layak dijadikan training center dengan berbagai pertimbangan.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan guru dan dosen untuk menjadi MikroTik akademi traineryang berpengalaman di institusinya masing-masing,” ungkap Herry Hermawan selaku trainer dari belajarmikrotik.com.

Para peserta dihadapkan dengan ujian basic MTCNA (MikroTik Certified Network Associate) dan MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer) Apabila lulus, sekolah berhak menjadi MikroTik Academy. Benefitnya adalah sekolah akan mendapatkan routerboard sebanyak 20 dari MikroTik selain itu peserta dapat menguji siswanya untuk sertifikasi Internasional dari MikroTik (MTCNA) dan masih banyak benefit yang lainya. rud

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.