Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie (kiri) bersama Berda Asmara, dosen Unusa yang kehilangan suaminya Guntur Ari Prasetyo usai sholat ghoib dan doa bersama di Kampus Unusa, Senin (26/4/2021). DUTA/endang

Berda Asmara Masih Berharap Ada Mukjizat

Keluarga tidak boleh putus berdoa. Keluarga tidak boleh putus berharap. Karena mereka meyakini mukjizat itu akan datang dan pasti akan datang dengan campur tangan Tuhan, Alloh Swt.

Hal itu pula yang diyakini Berda Asmara, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang berharap suaminya Serda Mes Guntur Ari Prasetyo bisa ditemukan dengan selamat.

—-

Berda Asmara (tengah) bersama Wakil Rektor 3 Unusa, drg Umi Hanik (kanan) saat doa bersama. DUTA/endang

Dengan kekuatan penuh, Berda Asmara hadir di acara shalat ghaib dan doa bersama sivitas akademika Unusa, di Kampus B Jemursari, Senin (26/4/2021). Diantar dua sanak keluarganya, Berda hanya tertunduk dan terdiam sepanjang acara berlangsung.

Tidak ada isak tangis. Mungkin air matanya sudah dia tumpahkan sebelum-sebelumnya. Berda nampak tegar walau hatinya tetap menagis. Ucapan bela sungkawa mengalir dari para dosen dan karyawan yang masuk kerja di hari itu. Berda hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih.

Dengan gamis dan kerudung warna biru gelap, Berda mengucapkan terima kasih pada Unusa atas perhatiannya. Namun, dia mengaku masih tidak percaya suaminya telah pergi selama-lamanya bersama kapal selam KRI Nanggala 402.

“Semoga hari ini (kemarin, red) akan ada kabar baik. Setelah kemarin (Minggu 25/4/2021) ada kabar dari Panglima TNI tentang kondisi KRI Nanggala 402 dan kru, tapi kami hanya berharap, kru dan kapal bisa diangkat dan semua dalam keadaan selamat. Semoga Alloh memberikan mukjizat, semua bisa terselamatkan,” ujar Berda.

Berda dan keluarganya memang tidak pernah berhenti berharap suami yang menikahinya 13 tahun silam itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Semoga ada mukjizat dari Alloh Swt,” ungkapnya berulang kali.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Berda memang tidak banyak bicara. Dia juga tidak berlama-lama berada di Kampus B Unusa. Dua saudaranya segera mengajaknya untuk pulang karena kondisi Berda yang masih sangat labil.

Shalat ghaib yang digelar sivitas akademika Unusa untuk para prajurit KRI Nanggala 402, Senin (26/4/2021). DUTA/endang

Wakil Rektor 3 Unusa, drg Umi Hanik mengaku sempat berbincang dengan Berda ketika doa bersama berlangsung. Dikatakan Umi Hanik, Berda mengaku tidak memantau pemberitaan media dan media soaial. Dia hanya fokus pada kabar di WA Group, ibu-ibu Jalasenastri yang suaminya bertugas di KRI Naggala 402.

“Katanya kalau memantau media dan medsos, nanti kabar beritanya simpang siur. Malah menambah kesedihan. Jadi dia fokus pada kabar di WA Group-nya,” tutur Umi.

Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, mengaku turut prihatin dan bersedih atas musibah ini. Namun, Unusa sebagai lembaga di mana Berda Asmara mengabdikan diri sebagai dosen, juga tidak akan lepas tangan terhadap Berda dan buah hatinya, Raisa Qurrota A’yun (8).

“Unusa akan memberikan perharian  yang seharusnya diberikan untuk para karyawan dan dosen. Insya Alloh kami akan berikan berasiswa untuk anak mereka hingga pendidikan lebih lanjut,” tukas Prof Jazidie.

Selain itu, Prof Jazidie berharap kaum Nahdliyin bisa menggelar shalat ghaib untuk para korban KRI Nanggala 402.  end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry