Wakil Rektor II Unusa, drg Umi Hanik (kanan) didampingi perwakilan dari Jerman, Prof. Dr Hendro Wicaksono saat penandatangan kerjasama beberapa waktu lalu. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuka peluang kerja ke Jerman.

Itu tertuang dalam acara penandatangan kerjasama pengembangan sumber daya manusia (SDM) Jerman Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Jerman, Prof. Dr-ing Hendro Wicaksono menjelaskan kerjasama ini bukan hanya membahas soal persiapan dan peluang karir di Jerman, juga perizinan kerja juga masuk dalam daftar.

“Ada banyak yang harus disiapkan jika ingin meniti karir di Jerman, termasuk persiapan secara kompetensi,” katanya.

Berdasarkan data Pilot Project in Planning (PPP) tenaga kesehatan yang dibutuhkan Jerman yakni 40 orang perawat, 15 apoteker, dan 5 orang dokter.

Pemblokiran tenaga kesehatan dari Indonesia oleh World Health Organization (WHO) menjadi kendala utama dalam penyaluran tenaga kerja.

Tak hanya itu, calon tenaga kesehatan yang dirasa masih mentah juga menjadi penghambat.

Dengan adanya kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Jerman Indonesia, Unusa ingin ambil peran sebagai jembatan perantara antara calon pekerja dan penyedia peluang kerja.

Selain dari hal yang berbau teknis, seperti adminiatratif passport atau visa, Unusa juga ingin lebih fokus dalam mempersiapkan SDM secara kompetensi.

Kredibilitas tenaga kerja bergantung pada pembekalan secara keilmuan dan praktik. ril

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.