
Kunjungan ini disambut secara resmi oleh Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie beserta jajaran pimpinan universitas. Dalam sambutannya, Prof Jazidie menyampaikan apresiasi tinggi atas kemitraan ini, serta optimisme terhadap dampak positif kerja sama antar institusi pendidikan lintas negara.
“Kami merasa terhormat dan menyambut baik kehadiran delegasi dari NDHU Taiwan. Kerja sama ini adalah bagian dari komitmen Unusa untuk membangun kemitraan global yang nyata dan berdampak. Kami percaya, kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat akademik dan riset, tetapi juga memperluas cakrawala mahasiswa dan dosen kami dalam konteks internasional,” tukasnya.
Dalam pertemuan ini, kedua universitas mendiskusikan sejumlah bentuk kerja sama strategis, seperti program pertukaran mahasiswa (student exchange), kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat (community service), serta kunjungan akademisi (visiting scholars).
Salah satu kesepakatan penting yang dicapai adalah dimulainya program pertukaran mahasiswa pascasarjana (program master) dalam waktu dekat.
Kedua pihak sepakat untuk saling mengirimkan dua mahasiswa full-time untuk mengikuti program pertukaran selama satu tahun penuh, atau empat mahasiswa full-time untuk pertukaran selama satu semester setiap tahunnya.
“Program ini menjadi prioritas utama karena dinilai memberikan manfaat besar bagi peserta, baik dari sisi akademik maupun pengembangan wawasan global,” kata Prof Jazidie
Menariknya, dalam skema ini mahasiswa yang mengikuti pertukaran akan dibebaskan dari biaya kuliah selama masa studi di kampus mitra, sehingga memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk belajar dalam lingkungan internasional tanpa beban finansial tambahan. Selain memperluas jejaring akademik, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman budaya yang berharga dan memperkaya perspektif global mereka.
Dekan Hua-Shi College of Education NDHU, Prof. Pan Wen-Fu, mengungkapkan rasa bangganya dapat bermitra dengan Unusa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan di tengah dinamika pendidikan tinggi global.
“Kami sangat bangga dapat bermitra dengan Unusa, terutama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kami yakin program pertukaran mahasiswa ini akan menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang yang membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi global. Selain itu, inisiatif ini mendukung penuh visi internasionalisasi Unusa dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. ril/hms