0SURABAYA |duta.co – Perkembangan teknologi tidak bisa dibendung dan sudah menyentuh semua lini kehidupan manusia tanpa memandang usia, jenis kelamin dan sosial ekonomi. Perempuan dari banyak survei menjadi pemakai teknologi paling banyak dibanding pria.
Dari sanalah, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak operator selular Indosat Ooredoo untuk membuat sebuah pusat kajian perempuan dan teknologi atau center for woman and technology (CWT). Di pusat kajian ini nantinya akan dijadikan pusat penelitian tentang perkembangaan teknologi dan pengaruhnya dengan perempuan.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Mohammad Nuh mengatakan CWT ini Unusa dan Indosat Ooredoo menginisiasi berdirinya CWT ini. “Ini baru pertama kali ada di kampus di seluruh Indonesia,” ujar M.Nuh di sela kuliah tamu Direktur Utama Indosat Ooredoo, Alexander Rusli di Kafe Fastron, Jumat (13/10).
Mendirikan CWT ini penting bagi Unusa untuk memberikan kontribusi di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. “Nantinya kita meneliti dampak dari teknologi canggih ini bagi perempuan. Bukan meneliti dari sisi teknisnya karena itu urusan kampus lain yang memang fokus ke bidang teknologi secara spesifik,” jelas M.Nuh.
M.Nuh menjelaskan perempuan dan teknologi ini perlu diakrabkan. Karena perempuan adalah pusat informasi pertama dalam keluarga. Selain itu teknologi tidak bisa lagi dilepaskan dari sisi kehidupan manusia terutama perempuan.
“Perempuan itu pegang peranan penting. Masa depan sangat ditentukan kualitas proses pengasuhan sang anak dan sentuhan pertama ada di ibu. Ibu di zaman modern ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Inilah yang mendasari kami mendirikan pusat kajian ini agar teknologi tetap berdampak positif,” jelasnya.
M.Nuh mengaku prihatin atas banyaknya kasus yang terjadi karena dampak dari teknologi. Misalnya di satu daerah yang banyak terjadi perceraian karena penggunaan media sosial. Dari sana sudah dibuktikan bahwa teknologi bisa mengubah prilaku manusia. “Ini yang bahaya. Seharusnya teknologi bisa digunakan dengan baik terutamadalam mendidik anak sebagai generasi bangsa,” tambahnya.
Unusa, kata M.Nuh bukan sekadar lembaga pendidikan melainkan berfungsi sebagaai agen perubahan yang ingin memberikan kontribusi terhadap itu sendiri.
Sementara itu Dirut Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dalam kuliah pakar juga menceritakan tentang wanita dan teknologi. Dikatakannya wanita sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan teknologi. Pemakai teknologi terbanyak di duni adalah perempuan. Misalnya akses toko-toko online dan sebagainya. “Sebagai pemakai teknologi terbesar justru wanita yang banyak melakukan kesalahan besar. Karenanya perlu adanya edukasi teknologi bagi perempuan,” jelasnya.
Kehadiran Indosat di ka.pusUnusa itu juga untuk mendukung teknologi yang kini diterapkan Unusa yakni Unusacybergate dan e-sorogan. Dalam hal ini Indosat mendukung penuh digitalisasi di kampus NU tersebut. “Kami tidak hanya bekerjasama dengan satu provider. Sebelumnya kami sudah menjalin kerjasama dengan operator lain untuk membuat smartclass. Nantinya juga dengan yang lain asalkan kerjasamanya bisa sàling menguntungkan,” tandas M. Nuh. end

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan