Perwakilan mahasiswa baru dari berbagai jurusan di Universitas 17 Agustus 1945 menandatangani pakta integritas dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Graha Widya, Senin (30/8/2021). DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya akan menggelar perkuliahan tatap muka (luring) jika kondisi PPKM di Surabaya sudah berada di level 2. Hal ini untuk memberikan kepastian bahwa kuliah luring aman untuk dilakukan.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021-2021, di Gedung Graha Widya, Senin (30/8/2021).

Dikatakn Prof Mulyanti, sebenarnya Untag Surabaya bersiap menggelar kegiatan tersebut per 1 Januari 2021. “Pada semester ini kita sudah siap-siap, namun kesehatan itu mutlak. Kita sudah merencanakan 50 persen masuk,” tuturnya.

Dengan status Surabaya Raya yang sebelumnya menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dan kini turun menjadi PPKM level 3, Untag pun bersiap menggelar PTM.

“Saat ini Surabaya Raya menggelar PPKM level 3, insyaallah jika sudah level 2 maka 50 persen mahasiswa bisa melakukan perkuliahan tatap muka.  Untuk PTM, kita akan laksanakan secara berjenjang. Sementara masih hybrid. Nantinya akan dinaikkan pertama sebanyak 50 persen mahasiswa, lalu 70 persen dan nanti 100 persen,” katanya.

Sebelum PTM, nantinya Untag Surabaya akan menggelar vaksinasi untuk mahasiswa yang berjumlah 13 ribu. Sementara ini vaksinasi masih untuk untuk dosen dan tenaga kependidikan yang  sudah mencapai 100 persen.

“Untuk mahasiswa kami sudah mengajukan ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang kebetulan dia alumni Untag, agar dilakukan vaksinasi terhadap 13 ribu mahasiwa dan masyarakat sekitar. Namun realisasinya kami belum menerima dari wali kota. Insyaallah ketika level 2, kita akan sowan ke wali kota dan melakukan vaksinasi di Untag,” kata Prof Mulyanto.

Jumlah Maba  Naik

Walau masih masa pandemi, namun jumlah mahasiswa baru 2021-2022, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun ini, jumlah mahasiswa baru  sebanyak 3.143 orang. Ini sebuah capaian yang luar biasa, di mana Untag Surabaya masih dipercaya oleh para orang tua untuk anaknya menempuh pendidikan tinggi  di Kampus Merah Putih itu.

Semua itu, kata Prof Mulyanto, tidak lain karena biaya kuliah di Untag jauh lebih murah dibandingkan kampus lain yang memiliki akreditasi lembaga A.

“Coba bandingkan saja. Tidak ada kampus yang akreditasi lembaganya A, semurah di Untag Surabaya. Apalagi, lebih dari 50 persen program studinya juga sudah terakreditasi A,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Untag Surabaya juga mencoba untuk lebih peduli kepada mahasiswa apalagi bagi yang terdampak pandemi secara langsung. “Kita ada banyak program bagi mahasiswa yang orang tuanya terdampak pandemi. Kami mencoba untuk lebih fleksibel dengan memberikan banyak subsidi,” tukasnya.  ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry