JOMBANG | duta.co – Setiap desa pasti memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan, dikelola, dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Akan tetapi, potensi yang dimiliki oleh setiap desa bervariasi. Oleh sebab itu, pentingnya setiap desa memiliki pemetaan potensi desanya yang dimiliki. Sehingga, nantinya setiap desa bisa memafaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal dan terarah.

Universitas Darul Ulum Jombang, melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ceweng, menggelar workshop pemetaan potensi desa era global, yang berada di aula kantor Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Minggu (28/11). Kegiatan itu disengaja digelar, lantaran sebagai bentuk implementasi dari tri dharma perguruan tinggi.

Selain itu, bagian dari kepedulian Universitas Darul Ulum (Undar) terhadap desa. Karena, masih banyak desa yang belum mengetahui potensi yang dimilikinya. Padahal, setiap desa mempunyai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Mukari, Direktur Pusat Study Desa Fisipol, sekaligus Dosen Universitas Darul Ulum, mengatakan, dengan digelarnya kegiatan itu agar nantinya segala aspek potensi desa dapat dikelola dengan baik. Dan menggali potensi desa harus melibatkan semua lini. Karena dalam menggali potensi desa tidak bisa dilakukan secara individu.

“Ini sebagai upaya ikut mendorong percepatan pembangunan desa melalui konsep Penthahelix, yaitu keterlibatan semua pihak, baik birokrasi, akademisi, komunitas maupun media,” kata Mukari.

Dalam workshop tersebut, mereka mendapat sejumlah materi mengenai pemetaan potensi unggulan desa, pengembangan potensi produk unggulan desa, dan pemasaran produk unggulan desa.

“Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas desa sesuai UU No 6/2014 dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. Ini selaras dengan visi dan misi serta program unggulan Pemerintah Kabupaten Jombang, yakni Berkarakter dan Berdaya Saing,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Ceweng, Imam Subata, memaparkan, dengan adanya kegiatan workshop pemetaan potensi desa era global ini, sangat bermanfaat. Sebab, dengan adanya itu setiap desa akan mulai berpikir untuk memanfaatkan potensi desa yang dimilikinya.

“Setelah adanya workshop tadi, saya mulai tergugah untuk menggali dan mengembangkan potensi desa yang kami miliki. Dan ini sangat bermanfaat, dan nantinya akan kami sampaikan di Musdes, masyarakat untuk menggali potensi – potensi desa, meningkatkan usaha di desa atau BumDes,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan workshop pemetaan potensi desa era global yang berlangsung di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, dibuka oleh Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa, Sholahudin Hadi Sucipto. Serta, menghadirkan dua narasumber, yakni Muhid Maksum dan Kasanusi, yang merupakan Dosen Universitas Darul Ulum Jombang. (dit)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry