BUSANA ADAT : Ketua Yayasan Unitri Prof Dr Bambang Guritno (tengah) bersama istri (berbaju putih) dan mahasiswa Kampus Rakyat dengan mengenakan berbagai busana adat. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menggelar seminar kebudayaan dan kebangsaan. Meredam kasus intoleran, kampus Rakyat ini kerap mengadakan pawai budaya guna menggelorakan persatuan. Bahkan guna berkontribusi lebih terhadap negara ini, seminar semacam ini akan digaungkan dalam skala nasional, dan akan mengundang Presiden RI.

Hal ini dikatakan pendiri kampus Unitri, Prof.Dr.  Bambang Guritno disela-sela seminar kebudayaan dan kebangsaan berbasiskan nilai Pancasila. Bertempat di GOR kampus berjuluk Kampus Rakyat, Sabtu (16/11/’19). Acara ini dilatarbelakangi oleh semangat mewujudkan kampus kebudayaan dan kebangsaan yang memang lengkap mahasiswa dari Aceh sampai Papua.

“Seni dan budaya di kampus rakyat ini yang dibanggakan karena seakan menjadi miniatur bangsa. Ada banyak suku dan agama dari mahasiswa Unitri namun dapat hidup rukun dan meraih prestasi. Bahkan Ketua LL Dikti wilayah 7, mengatakan perguruan tinggi ini masuk urutan 28 dalam sisi kualitas dari 332 perguruan tinggi se-Jatim. Dan nomer 7 dari 65 kampus yang ada di Malang,” ungkap Prof.  Bambang.

Selanjutnya, Pendiri yang juga Ketua Yayasan Unitri menuturkan pula, bahwa akan mewacanakan 1 Juni tahun depan akan menggelar seminar kebudayaan dengan mengundang Presiden. Ia ingin menunjukan dari kampus ini yang benar-benar bisa dijadikan miniatur negara Republik Indonesia.

“Meski belum memiliki Fakultas Ilmu Budaya (FIB) namun universitas ini mesti memberi suguhan kebudayaan tiap kali mengawali acara. Yakni dengan tampilan berbagai seni budaya yang dibawakan oleh mahasiswa kampus ini dengan cantik,” jelasnya.

Acara seminar kebangsaan ini sendiri dihadiri 400  mahasiswa dari Unitri dan kampus lain di kota Malang baik. Dengan mengusung semangat kebudayaan dan kebangsaan, menuju generasi Unggul. Indonesia maju. Seminar ini diharapkan memberikan semangat cinta tanah air dan semangat mengamalkan Pancasila.

Pemateri pertama, Ibu Rien Samudayati dari Kelompok kebangsaan sekaligus istri pendiri kampus Unitri. Sedangkan pemateri ke 2 disampaikan oleh bapak Ahmad Muttaqin,  Amd,  Im,  SH.,  MSi selaku Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta. Dan pemateri terakhir yaitu Dekan Sekolah Pascasarjana Cakti Indra Gunawan,  SE.   MM.,  PhD yang mengupas buku  berjudul Strategi SDM berbasiskan Pancasila.dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry