SURABAYA | duta.co—Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya terus berusaha meningkatkan kualitas mahasiswanya agar kelak bisa menjadi manusia yang sukses berkiprah di masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Manajemen Fair, pada Minggu (14/04/2015). Selain diikuti mahasiswa Unitomo, kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa dari kampus lain, serta siswa SMA.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Unitomo ini tempatnya pembinaan kewirausahaan. Kebetulan ini yang menggelar kegiatan Fakultas Ekonomi Bisnis, maka tujuannya adalah kemandirian dalam berbisnis,” kata  Rektor  Unitomo Dr Bahrul Amiq, SH,MH saat menghadiri Manajemen Fair yang bertema “Menanam Jiwa Kewirausahaan pada Generasi Milenial”.

Dijelaskan Amiq, jika ingin menjadi mahasiswa yang mandiri berkualitas, khususnya dalam berwirausaha, ya di Unitomo ini tempatnya. Kami tidak main-main dalam menciptakan lulusan. “pada acara ini saja, kami menghadirkan 3 narasumber berkualitas dibidangnya, dan semuanya akan membuka wawasan berbisnis kepada mahasiswa,” katanya serius kemudian dibenarkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo,  Dr. Ir. JFX. Susanto Sukiman, MM.

Selain ajang membekali mahasiswa, kegiatan Manajemen Fair ini jugadimaksudkan untuk menarik calon mahasiswa untuk berkuliah di Unitomo. “Kami memiliki banyak jurusan dan program studi. Silakan pilih yang mana. Kalau yang seperti ini, pasti ini kegiatan Fakultas Ekonomi Bisnis,” tambahnya.

Tiga narasumber itu masing-masing Dr. Ir. Drajat Irawan, ST., MT. (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur), Mufid Wahyudi  (Chief Operating Officer TG Group), dan Erik Marsudi Utomo (pemilik Ayam Bakar Pak “D” ).

Dalam paparannya, Drajat Irawan memaparkan potensi bisnis kreatif yang bisa dilakukan anak muda. “Bahkan kami akan memprioritaskan anak muda untuk membuka bisnisnya. Soal izin akan kami permudah sehingga mereka bisa langsung mewarnai dunia usaha dengan kreasinya masing-masing,” kata Drajad.

Sementara itu, Mufid Wahyudi yang sudah memiliki 145 merk dagang ini mengisahkan bagaimana seharusnya menjadi pengusaha. Dia mengakui, menjadi pengusaha itu tidak mulus dan bulan seperti sulapan. Ada tahapan fisik dan spiritual yang harus dilakukan. Tahapan fisik misalnya memiliki raga yang kuat untuk bergerak, sementara tahapan spiritual adalah kearifan diri dalam menghadapi bisnis.

“Ini contohnya. Jangan pernah bersikap sombong dalam berbirnis. Jika ini terjadi, akan ada balasan dari Allah. Bentuknya bisa usaha bangkrut atau tidak berkembang. Saya pernah mengalami itu, lalu saya segera sadar dan kemudian kembali ke jalan yang benar. Intinya, janganlah sombong,” katanya.

Erik Marsudi Utomo, pemilik Ayam Bakar Pak “D” ini memotivasi mahasiswa untuk berbisnis dengan menggambarkan dua ikan, yaitu ikan teri atau ikan paus. Yang disentuh Erik adalah cara berpikir seseorang yang memulai usaha. “Kita harus berpikir besar, jangan merasa kecil seperti teri,” katanya. (ep)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.