Rektor Unitomo, Prof Siti Marwiyah (tengah) mendamaikan Madas Sedarah dan Wawali Armuji, di Kampus Unitomo, Selasa (6/1/2026). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co  – Universitas Dr Soetomo Surabaya (Unitomo) mendamaikan dua kubu yang saat ini berselirih yakni Wakil Walikota Surabaya, Ir Armuji dengan Madas Sedarah. Kedua belah pihak bertemu di Ruang Soemantri Kampus Unitomo, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan dihadiri Rektor Unitomo,  Prof Siti Marwiyah, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Cendekia Utama, Dr Bachrul Amiq dan jajaran pengurus Madas Sedarah.

Rektor Prof Siti Marwiyah mengatakan Unitomo sebagai lembaga pendidikan yang memihak pada wong cilik merasa terpanggil untuk ikut menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya sebagai orang Madura, juga Rektor Unitomo yang berada di Surabaya merasa terpanggil untuk mendamaikan kedua belah pihak. Agar Surabaya ini kondusif,” ujarnya.

Dikatakan Prof Siti, Surabaya ini memang harus kondusif. Kondusivitas Surabaya mencerminkan keamanan Jawa Timur. Dan Kondusivitas Indonesia tergantung pada keamanan di Jawa Timur.

“Surabaya ini miniatur Indonesia. Semua agama, semua etnis dan semua suku ada di Surabaya. Jadinya kita harus jaga bersama kondisi Surabaya yang akan dan kondusif itu,” jelasnya.

Menurut Prof Siti, kasus yang viral sejak 23 Desember 2025 lalu itu sudah cukup lama bergulir dan semakin memanas dengan dilaporkannya Cak Ji, panggilan akrab Armuji ke Polda Jatim oleh Madas Sedarah. “Ini harus dihentikan. Saya coba komunikasi dengan Madas Sedarah dan Cak Ji, ternyata mereka menyambutnya,” tuturnya.

Saling Memaafkan dan Cabut Laporan

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Madas Sedarah, Moch Taufik dan Cak Ji saling memaafkan. Mereka mengakui adanya kekhilafan yang berujung adanya kesalahpahaman.

Taufik mengaku dari kejadian ini, Madas dihujat netizen di seluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri. Sehingga dia merasa perlu melakukan investigasi apakah benar pelaku pengusiran nenek Erlina dari rumahnya  itu anggota Madas.

“Kejadian itu Agustus 2025 dan baru viral 23 Desember 2025. Saya menjabat Ketua Umum Madas Sedarah pada Oktober. Sebenarnya kejadian itu jauh sebelum saya menjabat. Namun karena ini tanggungjawab moral, akhirnya kami lakukan investigasi. Dari hasil investigasi itu, ternyata itu bukan Madas,” jelasnya.

Taufik pun meminta maaf jika membuat kegaduhan di Kota Surabaya. “Kami komitmen untuk menjaga Kota Surabaya ini,” tuturnya.

Sementara Cak Ji juga meminta maaf atas kekhilafannya. Dia menyadari beberapa kali menyebut oknum ormas (organisasi masyarakat). “Saya menyebut oknum Madas dari atributnya, ternyata itu salah. Saya mohon maaf. Tidak ada maksud saya mendiskreditkan Madas,” ujarnya.

Dengan berdamainya kedua belah pihak ini, Madas Sedarah akan mencabut laporan polisi atas Wawali Kota Surabaya, Armuji atas dugaan pelanggaran Undang+ Undang Informasi Transaksi Elektronik  (UU ITE).

“Tentu saja akan kami cabut. Nanti tim hukum kami yang akan melakukannya,” tukas Taufik.

Dengan kesepakatan ini, kedua belah pihak menandatangani perjanjian perdamaian yang disaksikan beberapa pihak.

Taufik dan Cak Ji berterima kasih, Unitomo sudah memfasilitasi dan memediasi pertemuan itu. “Kalau tidak dimediasi mungkin akan terus berlarut-larut. Terima kasih,” tuturnya. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry