DIRESMIKAN : Auditarium Gedung Bundar Prof Dr KH Tholchah Hasan yang diresmikan langsung oleh Rektor Unisma. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG  | duta.co – Universitas Islam Malang (Unisma) terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan keberhasilan fakultas Tekhnik Sipil meraih Akreditasi  B baru-baru ini.

Ditargetkan dalam tahun ini pula delapan prodi lain segera menyusul mendapat akreditasi B atau malah A sempurna.  Selain itu kampus hijau ini juga meresmikan gedung bundar yang berkapasitas 7 ribu dengan memberikan nama Auditarium Prof Dr KH Tholchah Hasan mengenang jasa dan kerja keras almarhum dalam membesarkan Unisma.

Seperti yang disampaikan Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakrie MSi, bahwa kampus ini terus memacu diri menuju World Class University. Salah satu bentuk keseriusannya, yakni dengan mendorong semua program studi (prodi) memenuhi akreditasi minimal B. Dan Alhamdulillah Fakultas Tekhnik prodi Tekhnik Sipil berhasil meraih akreditasi B.

“Capaian bagus ini harus segera diikuti oleh 8 prodi lainnya dalam tahun ini,” ungkap Prof Masykuri, saat memberikan sambutan di acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Unisma, Rabu (12/06/2019).

Selain mengumumkan kesuksesan tersebut, dalam acara ini pula Rektor  Unisma melaunching Auditarium Gedung Bundar Prof Dr KH Tholchah Hasan. Sebelumnya, gedung bundar yang peresmiannya dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo belum memiliki nama. Sebetulnya, usulan nama ini telah lama diwacanakan, namun lantaran semasa hidup Kiai Tholchah Hasan belum berkenan memberikan restu.

Maka sebagai bentuk takzim kepada Almarhum Prof Dr KH Tholchah Hasan yang telah berjuang mendirikan serta membesarkan kampus kebanggaan NU ini, dinamailah gedung yang berkapasitas 7 ribu orang ini dengan nama besar beliau.

Acara Halal Bi Halal ini sendiri dihadiri 600 orang yang terdiri dari karyawan serta dosen di lingkungan kampus Unisma.  Disampaikan oleh Prof Masykuri, “Halal BI Halal ini merupakan ajang untuk saling memafkan dan membangun nilai kebersamaan. Dengan mengacu pada kebersamaan, progress keberhasilan dari semua lini akan tercapai.” pungkasnya.

Tahun lalu, Kemenristekdikti telah mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018. Di sana ada 100 besar hasil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) non-vokasi tahun 2018. Dan Unisma menempati ranking ke 69 dalam dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik versi Kemenristekdikti.

Unisma memiliki akreditasi institusi B pada tahun 2018. Hal tersebut berdasarkan SK dari BAN-PT bernomor 2/SK/BAN-PT/Akred/PT/I/2018. Pada tahun 2008, Unisma mendapatkan predikat Anugerah Kampus Unggulan (AKU) dari Kopertis Wilayah VII sebagai Perguruan Tinggi Unggulan se Kopertis Wilayah VII.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo sendiri mengatakan klasterisasi Kemenristekdikti ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridharma perguruan tinggi.

“Klasterisasi ini juga dapat dijadikan dasar bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, penyusunan kebijakan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai performa perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Komponen utama yang digunakan untuk menilai performa perguruan tinggi Indonesia mencakup 5 (lima) hal yaitu kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta kualitas inovasi. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.